Wing Dragon, Aku meminangmu.

Juli Awal 2008, Tetanggaku di Arara pulang cuti dari jakarta, Beliau nggomong di Pekan Raya Jakarta ada Helicopter Radio Control (R/C), Murah. kurang dari 1 juta. Mendengar kata R/C langsung ingat jaman SMA dulu. Sempet kurang lebih 2 tahun aku ikut ekskul Aeromodelling. Meskipun jaman aku SMA dulu kami tidak pakai Radio Control. Hanya pesawat rakitan dengan kayu balsa, langsung di terbangkan. Hand Launch Glider. Dulu, Bagi kami pesawat seperti itu sudah cukup mengasikkan.


Hasratku mendalami Aeromodelling muncul lagi. Mulai deh browse di internet, kebetulan lihat Mobil R/C yang bentukknya lumayan keren, memikat, realistik, mendekati asli. akhirnya pindah haluan, dari pesawat ke mobil. Pikir punya pikir, mulai cari-cari referensi toko-toko yang bisa dikunjungi. liat sana-liat sini, tujuanku saat itu R/C Model 4wd.

Saat saat hunting di internet kebetulan YM-an dengan Zen Ahyar. Temen SMP dan Kuliahku. Panci ketemu tutup.. kebetulan dia lagi hunting RC Aeoromodeling, akhirnya dia memberikan petuah dan Mode bujuk rayu untuk kembali ke dunia aeromodelling dan melupakan RC Mobil. aku Sempet bimbang. Sekitar 1 minggu Akhirnya saat Online ketemu dengan Zen lagi, Dia masih tak henti-hentinya mehujaniku dengan berbagi bukti-bukti ilmiah dari situs-situs. wah akhirnya aku luluh juga. Aku memutuskan balikan lagi dengan mantanku... si Aeromodelling. Kebingunguanku tak berhenti disini saja. aku ternyata masih dihadapakan kembali dengan 2 pilihan. Rotary wing (Helicopter) atau Fixed wing (Pesawat). Kucari lagi kesana sini, googling lagi, buka-bukaan di forum-forum komunitas Aeromodelling (Exp: Gaero.info , Hobby-aeromodelling, dll ) dan akhirnya dengan pertimbangan Heli Spare part lebih banyak, menerbangkan lebih susah (untuk pemula RC), Sehingga sebagia seorang pemula kemungkinan crash lebih banyak yang semua itu ujung pangkalnya pada pengeluaran budget yang lebih. maka untuk langkah pertama aku akhirnya memutuskan untuk berpihak ke pesawat.

Starting point.. Aku minta ijin ke istri tercintaku yang saat ini lagi tugas di Puskesmas Wakol, Elat Kab Maluku Tenggara. Aku mengungkapkan keinginanku untuk meminang R/C pesawat, Jawaban istriku... aku diperbolehkan... Malah sedikit ada dukungan juga.
" Horee...!!! " Aku senang sekali.. Akhirnya aku mulai berburu model-model pesawat. Hunting di Forum, Tanya sana-sini. aku mendapatkan berbagai macam model dan bentuk pesawat. Saat itu aku fokus pada bentuk-bentuk yang cantik. Wilga, Cesna, Pesawat tempur Era PD II, wah pokoknya macem-macem. Bikin kesengsem. Aku masih bingung cari bentuk pesawat yang bagus. Saat aku masuk ke forum-forum aeromodelling untuk cari model-model pesawat yang bagus akhirnya aku mendapatkan sebuah referensi. referensi itu bukan membicarakan bentuk pesawat yang "bagus", tapi bentuk yang "tepat" untuk penerbang pemula seperti diriku.
Wing Dragon 4

Ternyata untuk belajar menerbangkan Pesawat RC, mesti pakai model pesawat tertentu. Tahapan-tahapan tertentu.
Dari berbagai model-model pesawat yang bentuknya indah-indah penuh artistik yang aku lirik, ternyata tak satupun masuk kriteria sebagai pesawat latih. Hiks... akhirnya aku harus menurunkan selara "bentuk" dan mengambil Wing dragon Sebagai Pilihanku.



MASOHI


Masohi dari Dermaga


Masohi. Masohi merupakan ibukota kabupaten Maluku Tengah, sebagai salah satu kota di propinsi Maluku. Masohi terletak di Pulau Seram di pesisir sisi selatan. Konon katanya, Masohi Artinya "Gotong Royong", Kota yang penduduknya dari berbagai suku, mulai dari Bugis, Buton, Jawa dan Suku Ambon asli tentunya.
Aku pertama kali menginjakkan kaki di Masohi pada akhir Juni 2007. saat itu malam hari dan gerimis. jadi kesan pertama di Masohi,


Mobil Lintas Seram



"wuih ini kota ada penduduknya gak yah.. ? Sepi, Kaya sebuah kota mati" kataku dalam hati.

Tapi, Satu bulan kemudian aku datang kembali ke kota itu, kebetulan saat itu aku akan mengurus Surat Ijin Praktek di Dinas Kesehatan, ternyata cukup menyenangkan juga Kota ini, Penduduknya ramah, tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi. Akses ke ibukota propinsi (Ambon) cukup gampang, bisa dengan kapal cepat yang ditempuh dalam waktu 2 jam, atau lewat jalan lintas seram dan menyebrang dengan Ferry yang total waktu tempuh sekitar 5-6 jam, atau bisa juga dengan pesawat Masohi-Ambon, tapi sayang transportasi udara disini kurang banyak peminatnya. jadwal penerbangannya juga kurang jelas.

Lucu juga... Terasa aneh..

Kapan-kapan saya posting deh tentang seluk beluk Masohi... Paling nggak bisa digunakan sebagai Traveller guadiance bagi rekan-rekan yang mau dateng ke Masohi. Tunggu Aja...

 

Channel Parabola

Awal kedatangan di negeri Sagu ini (Maluku,Red) Aku sedikit bingung, bingung dan heran. Soalnya Pas perjalanan ke Lokasi kerja aku melewati bererapa rumah berdinding kayu dan beratapkan rumbia, dan diatas rumah tersebut tidak melintas kabel-kabel aliran listrik layaknya rumah-rumah di Jawa pada umumnya, namun anehnya... di samping, atau di belakang bahkan ada yang di depan rumah mereka ada Parabola. ya.. sebuah Parabola.

Singkat cerita, aku membeli juga TV, Parabola dengan double LNB dan Receiver DVBMatrix AlfaLink. maklum nggak ada hiburan selain Acara TV.



Aku beli sekalian disettingkan siarannya sama penjualnya, Maklum barang baru, akhirnya setelah beberapa hari tanganku gatal pengen utak-atik... Lha akhirnya hilang semua channel yang telah diisi tersebut, bingung aku..setelah googling beberapa hari alhamdulillah akhirnya dapet juga List channelnya di
http://www.lyngsat.com

Wah maklum di Ujung Indonesia. Mau nonton TV saja mesti Googling dulu. Ngeset Frequensi, Polarisasi, Transponder, dll.



Berikut ini beberapa list channel beberapa siaran televisi indonesia
Palapa C2

Frequency Polarization Symbol Rate
TVRI Nasional 3765 H 5555
RCTI 3774 H 6520
KBS World 3836 V 2090
METRO TV

GLOBAL TV

SPACETOON

AL MANAR TV
4080 H 28125
INDOSIAR 4074 V 6500
BALI TV 3926 H 4208
SCTV 3934 H 6620
ANTV 4055 V 6510
TV ONE 4054 H 5632
TPI 4184 V 6700


TELKOM1

Frequency Polarization Symbol Rate
TelkomVision 3580

3620
H 28000
TV TimorLeste 3776 H 4285
TV Edukasi 3785

3807
H 4000
TVRI Papua 3797 H 3900
TRANS 7 3990 H 6000
TRANS TV 4084 H 6000
J TV Surabaya 4097 H 3125
untuk info lebih lanjut dan siaran-siaran yang lain silahkan lihat-lihat di http://www.lyngsat.com/