Cara Penggunaan Salep Mata

Dulu jaman kuliah para para dosen-dosenku sering sekali mengatakan "Pasien adalah Gurumu". Dan nggak nyangka juga perkataan tersebut terbukti. Walau secara nggak langsung, Pasien akan "mengajari" kita banyak hal dan "menegur" kita akan "kesalahan" kita. Pokoknya layaknya seorang guru deh. Tapi tentunya tanpa bawa bambu penunjuk, gaya khas guru-guru jaman saya sekolah dulu. Pasien yang dateng dihadapan saya ada yang  menegur dan ada juga yang mengajari.

Suatu sore saat saya lagi asik nongkrong saya kedatangan pasien seorang laki-laki usia sekitar 60an tahun. Terlihat sekali salah satu matanya sangat muerah. Dah kaya catnya ferrari deh. Tapi ada sedikit kuning-kuning karena banyak tahi mata.  Saya masih ingat, 2 hari yang lalu pasien ini dah dateng memeriksakan matanya.

Kecelakaan Kerja

Hampir tiap minggu pasti ada saja kecelakaan kerja yang terjadi di area perusahaan. Baik terjadi karena kesalahan si karyawannya atau terjadi karena prosedur yang tidak benar. Memang musibah tidak diharapkan oleh semua oarang, tapi sebenarnya bisa diminimalisir jika mentaati prosedur. 

Banyak kasus kecelakaan kerja yang terjadi disini akbibat dari kesalahan karyawan sendiri. Pernah kejadian jam 2 malam seorang satpam yang bertugas jaga malam tersebut  patroli menggunakan sepeda motor. Karena jalannya masih berupa pasir dan batu, jadi kalo ditikungan agak licin. Dan terjadi kecelakaan tunggal. Satpam tersebut luka lecet, dan bahkan sempat nggak sadar diri.  Ternyata usut punya usut pak satpam tersebut mabuk saat mengendarai sepeda motor. Dan gilanya lagi mabuknya saat Jaga. 

Kesalahan berlipat ganda. Kalo Saya sebagai  mimpinnan perusahaan tersebut satpam tadi sudah saya kasih surat peringatan tuh. Pertama, Mabuk saat jam kerja. Kedua, Mabuk sambil bawa motor. Ketiga, Ketahuan kalo mabuk. Dan anehnya lagi pihak perusahaan tidak memberikan sangsi peringatan. Malah pengobatan ditanggung perusahaan dan dapet santunan karena kecelakaan kerja.

Cara Posting Yang (gak) Benar


Kadang kala dan bahkan sering kali saat saya mau memposting terlalu bersemangat. Saking semangatnya kadang sampai bingung sendiri apa yang mau ditulis (baca: diketik). Mungkin karena didalam pikiran dan otak katrok saya bersliweran bebagai tema. Jadinya malah binun sendiri apa yang akan "ditangkap" untuk dijadikan bahan cerita. Pernah suatu ketika....

Pemberitaan Yang Ngaco

Lagi-lagi nonton tivi, dan lagi-lagi ngedapeti pemberitaan yang pembahasannya nggak ilmiah bikin pembodohan masyarakat. Berita tersebut membicarakan tentang seorang bidan yang diduga malpraktek. Gara-garanya saat menolong persalinan (partus), bayi lahir dengan selamat, tapi ari-ari (placenta) ketinggalan tidak mau keluar, sehingga masih  ada didalam rahim. Lalu karena bu bidan tidak mampu menanganinya dirujuklah pasien tersebut ke RS. eh diberitakanlah bahwa bidan tersebut diduga melakukan malpraktek. Mendengarkan berita tersebut saya prihatin... 

Mau malpraktek atau nggak sebenarnya saya nggak ada untung ruginya juga.  Tapi yang saya sayangkan adalah pemberitaannya tidak berimbang dan tidak mendidik. Pemberitaan tersebut menggiring opini masyarakat,  jika berobat  ke Medis itu hasilnya harus sembuh dan membaik. Kalo hasilnya tambah parah atau ada kejadian yang menurut pasien adalah aneh langsung ambil kesimpulan "diduga malpraktek". Menduga sih boleh saja... tapi menduganya yah harus lihat-lihat dulu, konfirmasi dulu dengan pihak-pihak yang kompeten dan berwenang dung... Jangan asal main duga saja.

Harga Jual Blackberry iPhone Laptop Murah

Logo Hargagila SEO Kontes 2011
Pernah ikut kontes seo? Saya beberapa kali mengikutinya. Kalo dihitung-hitung belum sampai sepuluh kali. Dan untungnya saya belum pernah menang sekalipun. Maklum nyubie banged, dan nggak bakat, dan kurang rajin dalam nembak kata kunci alias keyword.
Baru baru Ini ada kontes SEO dari hargagila dot com yang hadiah totalnya limabelas juta rupiah. Lumayan menggiurkan untuk kontes SEO dalam negeri. Kata kunci yang ditargetkan adalam lomba ini adalah "Harga Jual Blackberry iPhone Laptop Murah" dengan catatan harus membacklink ke hargagila.com
Syarat dalam kontes SEO ini adalah membidik target dengan konten artikel yang tak jauh dari soal Blackberry, iPhone dan laptop. 

Laptop Berekor (Tail Connector)

Setelah 3 hari 2 malam Laptop perang saya rawat inap di Acer solo, Nggak tahu bagaimana nasibnya. Entah mau diganti part-nya, dikanibalkan, dipijat atau bahkan dibantingpun saya ikhlas. Yang penting laptopnya bisa jadi dan bisa digunakan lagi.

Pagi hari di hari ketiga, saya dapet telpon dari mbak-mbak Acer.
"Mas ini dari Acer Solo, Mas yang service laptop dengan keluhan konektornya patah yah?"
"iya mbak, bagimana nasibnya mbak?"
"Laptop sudah dibongkar sama teknisinya tapi tidak bisa diperbaiki mas"
Busyet, dalam hati saya kecewa. Laptop dah tamat nih riwayatnya. Acer yang bikin laptop saja udah angkat tangan, Apalagi orang lain?? Yang lebih bikin kecewa adalah saya harus bayar 160 ribu nih. Karena kesepakatan kemarin jasa reparasi 160ribu. Sudah laptop tamat riwayat, keluar duit lagi.... Ibarat pepetah sudah jatuh tertimpa leptop...

"Lalu gimana mbak? Gak bisa diakali mbak?"
"Gini Mas, Itu laptopnya harus ganti board power. tapi untuk seri 5052 sudah tidak produksi lagi, jadi maaf nggak bisa diperbaiki"
"oh gitu, lalu saya kena cas berapa mbak"
"Nggak kena cas mas"
"Oh gitu yah, oke deh nanti saya ambil"

GT Bakar

Siaran langsung dari resto di ambon saat mau balik ke lokasi. Menikmati Baubara (Giant Travelly) bakar bareng najwa dan mamanya. Setidaknya makan malam ini bisa sedikit mengobati kesedihan meninggalkan rumah untuk kembali ke hutan.

Test posting blogger via email.

Pijat di Acer Costumer Service Point

Laptop Acer dah 3 tahun aku beli, usia yang tak muda lagi untuk sebuah laptop. Warna silver yang dulu sangat populer sekarang dah gak jaman lagi. Di masanya, AMD turion 64 dengan VGA ATi Radeon, hardisk 80 giga, wifi, blutut, sudah sangatlah cukup untuk menunjang kebutuhan kerja dan kebutuhan hiburan saat aku di "pengasingan". Laptopku sudah kaya perangkat tempur saja. hampir tiap hari dipake dan di geber sekuat mataku melototinya.