Ambon+Sunda = Daniel Sahuleka

Siang tadi sempet nonton perform Daniel Sahuluka live di eit elepen nya metro tivi. Keren abis. Suaranya sungguh memukau. Lagunya juga super enak. So Colorfull dan Don't Sleep Away dibawakan dengan sangat bagus.  Ini adalah kali kedua saya melihat om Daniel nongol di tv untuk diwawancarai.  Pertama saya ngelihat di tivinya bang one beberapa bulan yang lalu, tapi saat itu wawancaranya langsung dari tempat tinggalnya di Holland. 

Sebelumnya, saya sudah sering sekali mendengar lagunya Daniel Sahuleka diputar di tempat umum di kota Ambon. Mulai di Pusat perbelanjaan, Kapal cepat, dan kadang di mobil-mobil angkot. Saat awal-awal mendengar suara om Daniel, saya pikir penyanyi "baru" yang masih muda. Karena penasaran, saya sowan ke mbah google juga. Dan menurut petunjuk dari mbah google, daniel Sahuleka lahir  di Semarang, 6 Desember1950. Busyet... ketipu gue.

Dari namanya sudah bisa ditebak kalo om Daniel adalah keturunan Ambon.  Terlihat jelas kalo Sahuleka adalah salah satu Fam (marga) di Maluku. Ibunya dari Sunda. Kalo ayah ambon dan ibu sunda harusnya namanya Dadan Sahuleka. 

Saat usia 10 bulan Daniel kecil di bawa hijrah ke Holland, dan menetap hingga sekarang. 



Melihat penampilan om Daniel jadi Inget musisi asli indonesia yang bangun tidur terus gendong-gendongan... 
Sama-sama keren dan sama-sama gondrong... Bedanya yang satu mbah-mbah yang satunya om om...





Pos 3 Arara



Terkadang bosan juga dengan rutinitas yang monoton. Meluangkan waktu bermain di pantai sambil ngeblog saat sore hari bisa sadikit melonggarkan kepenatan. Suara ombak dipantai tak henti-hentinya bergemuruh.  Sesekali lalu-lalang ketinting memberikan suara tersendiri.  

Entah kenapa meskipun tinggal di ujung dunia, "berpagarkan" hutan dan "berteras" laut,  untuk melepas penat tetap saja ke pantai? Ya karena, mau ke mall atau nonton tuwenti wan di sini gak ada. Harus berjalan beratus-ratus kilo baru bisa dapat peradaban. Tapi aku masih bersyukur pantai dan lautku disini masih bersih. Hanya beberapa ranting dan dedaunan saja yang menghiasi. So Najwa pun masih bisa larian main pasir dengan bebas.

Siaran langsung di Pantai Pos 3, Arara, Pulau Seram Maluku. Sambil nyoba koneksi internet nya XL dengan Android.


Lowongan : WebTransload

Saya amati, memang banyak kali user penggila internet yang mengunggah dan mengunduh filenya melalui jasa filehosting. Banyak sekali layanan filehosting yang tersedia. 4shared, fileserve, ziddu, rapidshare dll. Mayoritas layanan filehosting tersebut menyediakan fasilitas untuk freeuser dan Premium user. Jelas ada perbedaaan fasilitas antara user gretongan dan user berduit yang mau bayar. Bagi free user kecepatan download sangat dibatasi, bahkan sering kali gagal. Sedangkan kalo user premium kecepatan download sangatlah wus.. wus...

Tapi bagi para user gretongan jangan berkecil hati, saat ini kita tak perlu lagi mengeluhkan hal tersebut. Bagi user gretongan, dengan sedikit trik dan usaha juga dapat menikmati kecepatan download yang dirasakan oleh premium user lho....

Bagaimana caranya?? Caranya adalah dengan menggunakan layan Web-transload. Web-transload akan menampung alias memindahkan file yang ada di filehosting ke hosting milik web-transload tersebut, di sinilah letak pengorbanan kita, yaitu membutuhkan waktu untuk memindahkan file dari filehosting ke hosting milik webtrasnload. tenang saja, kecepatan transload ini tidak perlu diragukan. silahkan buktikan sendiri....

Langkah selanjutnya setelah file dari filehosting sudah berada di web-transload,  tinggal download saja.. dan kecepatanya.. waw?!?!?!?... Gretongan rasa Premium... 

Lalu pertanyaan selanjutnya adalah siapa  saja sih yang menyediakan layanan  web-transload..?? dari beberapa sumber menyebutkan, Sebenarnya ada beberapa layanan web-transload di jagad dunia maya, tapi yang pernah dan sering saya gunakan adalah dari rapid8... [bacanya : rapid it]. Selain kecepatannya handal, web transload ini support banyak layanan filehosting. Ada juga rapidleech Mungkin dari temans ada yang berpengalaman menggunakan layanan webtransload lain?? Silahkan ditambahkan... Lowongannya terbuka selebar-lebarnya kok....


Dari VOC ke Cacingan

Juli ini saya sudah 4 tahun survive di negeri sagu. Tahun 2007 Saya menginjakkan kaki pertama kalinya di Ambon dan pertama kalinya juga masuk ke Pulau Seram. Meski VOC datang empat abad lebih dulu, namun secara sepintas antara VOC dan saya ada juga kesamaannya. VOC awal kedatangannya ke Maluku tak lain adalah sebuah kebetulan saat berlayar mencari rempah-rempah. Berlayar mengelilingi dunia, singgah di berbagai tempat. Afrika, Malaka, dan tempat tempat lain dan akhirnya singgah ke dataran Maluku. Seiring bergulirnya waktu buah pala, dan hasil bumi lainnya ternyata hanyalah sebagai dalih, yang pada dasarnya tujuan VOC di Maluku berubah dari hanya sekedar mencari rempah-rempah berganti untuk menjajah. Rempah-rempah  sudah ditangan tapi masih enggan untuk meninggal Maluku.

Aku pun begitu, jujur saja, awal kedatanganku ke Maluku adalah materi. Maklum dokter yang baru lulus, perubahan status dari seorang mahasiswa yang uang saku pas-pasan masih dari subsidi oarang tua tiba-tiba harus berubah status menjadi seorang Dokter. Walaupun belum genap 100 hari menyandang gelar dokter, ekspektasi orang-orang disekitar tentu berbeda dari jaman sekolah dulu. Banyak hal yang mengharuskanku lebih gigih mencari uang sendiri. Berpindah-pindah dari mulai menggantikan dokter praktek, ngasong di klinik-klinik di pinggiran Tangerang hingga menjadi dokter perusahaan dan mengabdi ke negeri orang dan tentunya harus mengorbankan banyak hal. Sering berjalannya waktu pergeseran tujuan mulai terjadi. Alhamdulliah materi yang saya kumpulkan saya anggap sudah pada level cukup, walau masih sangat jauh bila dibandingkan dengan kekayaan gayus ataupun nazaruddin. Tapi keinginan untuk meninggalkan Maluku masih terlampau jauh. Mungkin karena banyak pengalaman yang saya dapat di Maluku, jadi masih ada rasa enggan untuk pulang.

Bicara soal pengalaman, Selama saya di Maluku, banyak pengalaman medis berupa mitos-mitos yang tidak masuk akal yang saya jumpai. Dan mitos tersebut  sangat tumbuh subur karena banyak tenaga medis yang masih mengamini mitos-mitos. Contoh kecil saja, cacingan. Banyak orangtua yang minta diresepi obat cacing untuk anaknya. Aku oke-oke saja, didalam benakku ini sebuah kesadaran akan kesehatan. Belakangan pernah suatu ketika aku iseng menanyakan alasan kenapa kok minta obat cacing, ternyata hanya karena anaknya sering menggorek hidung. Mereka beranggapan bahwa jika anak-anak sering mengorek hidung berarti cacingan. 

Masih soal seputaran cacingan. konon agar obat cacing lebih manjur, dalam membeli obat cacing si penjual obat cacing tidak boleh memberikan langsung ke pembeli, tapi harus melemparkan  obat tersebut ke tanah, kemudian pembeli yang memungut dari tanah. Untung obat cacing yang beredar disini kebanyakan tablet, lalu bagaimana jika yang kemasan sirup yah?? Dan lebih anehnya mitos ini tidak hanya di warung-warung saja, melainkan juga saya jumpai saat disebuah sarana kesehatan. Waduh.. bagaimana bisa sehat kalo obatnya saja sudah terkontaminasi.. Bisa-bisa Cacing hilang, Mencretpun datang...

Wah udah dulu ah, malah ngelantur kemana-mana....

Install Papago di Galaxy Tab

Akhir-akhir ini saya lagi keranjingan utak-atik android. OS handphone yang berbasis linux ini memang menyenangkan untuk dioprek. Android versi 2.2 a.k.a froyo adalah yang tersemat di Samsung Galaxy Tab. Kali ini saya akam membagikan bagaimana cara menginstall  Papago di Samsung Galaxy Tab. Papago adalah Aplikasi GPS yang relatif handal untuk android dan kompatible dengan Map indonesia dari Navigasi.net.  Papago X5 NaviSea , secara default tidak support untuk Galaxy Tab. Tapi dengan sedikit trik aplikasi ini bisa berjalan mulus di Gadget buatan negeri Ginseng Korea ini.
Oke nggak perlu bertele-tele, Langsung saja.Langkah yang pertama adalah  men-download software dan Aplikasi dibawah ini :
Setelah ketiga software tersebut didownload, yang akan dilakukan ada tiga Tahap yaitu : ..............
Untuk tahap pertama yaitu Meng-install Spareparts di galaxy tab dan menonaktifkan compatibility mode, Caranya pernah saya postingkan Membuat aplikasi berjalan fullscreen.
Selanjutnya Tahap kedua, yaitu menginstall Papago di Galaxy tab dan membuatnya support dengan resolusi VGA Galaxy tab, Langkahnya :
  1. Install papago_x5_navisea.apk ke galaxy tab, dan copy folder Navisea juga. (Jangan di external SD)
  2. Coba Buka Papago.. Akan muncul pesan seperti dibawah ini...
  3. Kemudian browse file, cari semua folder dengan nama 480x854 kemudian rename semua menjadi 600x1024
  4. Coba Buka kembali... taraaaa... apa yang terjadi...
Oke Sudah sampai tahap terakhir. yaitu meng-Install Map Indonesia di PC dan Memasukkan Map ke Papago Galaxy tab. Caranya....
  1. Install Map Indonesia dari navigasi.net ke komputer
  2. Copykan isi folder Map dari Navigasi.net yang telah diinstall tersebut ke folder Map yang ada di Papago Galaxy tab anda.
  3. Dan Papago pun.Siap untuk digunakan... 


    Aplikasi Fullscreen di Galaxy Tab


    Saya dah menambahkan beberapa aplikasi ke Galaxy tab. Mulai dari yang "Sangat serius" berupa game-game, pemutar lagu dan filem, yang "Agak serius" semacam office editor, picture editor. Sampai yang "Pura-pura serius" seperti test buta warna,  diktat kedokteran dll, Selain itu ada juga yang rada-rada religius macam iQuran.
    Ternyata aplikasi-aplikasi tersebut nggak semuanya berjalan sempurna. Banyak aplikasi-aplikasi untuk Galaxy tab yang tidak fullscreen, sehingga masih ada bingkai hitam di kanan-kiri. Hal tersebut sebenarnya tidak jadi masalah, selama naluri aestetika masih bisa mentolerir. Tapi bagi manusia-manusia seperti saya, melihat hal tersebut membuat mata terasa risih dan kurang enak dilihat.
    Untuk mengatasi hal tersebut, kali ini saya mencoba berbagi bagaimana cara membuat aplikasi agar bisa berjalan FullScreen di Galaxy Tab...

    • Pertama siapkan secangkir kopi dan cemilan. Kemudian Download Sparepart dari Ziddu, 4share atau bisa langsung dari Android Market.
    • Langkah selanjutnya Install Spareparts.apk ke Galaxy tab atau Install langsung dari Android Market.
    • Buka Aplikasi Spareparts, Lihat pilihan compatibility mode. Secara default biasanya aplikasi Sparepart tidak bisa fullscreen dan compatibility mode dicentang.
    • Langkah selanjutnya hilangkan centangnya, kemudian munculkan centangnya kembali, Close Spareparts dan kemudian restart Galaxy tab.
    • Buka kembali Aplikasi Spareparts, lihat pilihan compatibility mode, hilangkan centangnya kembali dan restart lagi.
    • Buka Aplikasi Spareparts, lihat lah.. sekarang  Apakah Sparepart sudah berjalan fullscreen?? Kalau sudah fullscreen berarti Selamat anda sudah berhasil memfullscreen-kan aplikasi anda....  dan Silahkan melanjutkan acara Ngopi dan menikmati cemilan....