Sebentar lagi perayaan HUT Kemerdekaan negara kita. Seremonial yang rutin diadakan tiap tahun. Katanya, saat tanggal 17 Agustus 1945, 66 tahun yang lalu Endonesa telah menyatakan kemerdekaan. Sayangnya Bung Karno dan Bung Hatta yang membacakan naskah proklamasi kemerdekaan, tidak menjelaskan kemerdekaan dari jajahan siapa. Buktinya meskipun negara kita mengaku telah merdeka namun masih tetap dijajah juga.
Penjajah sekarang tidak lagi berwujud manusia berseragam militer, membawa senapan dan masuk keluar hutan, menembaki dan menindas rakyat negeri jajahan, memerintah kerja paksa dan merampok hasil bumi. Penjajah sekarang lebih multiformis. Penjajah model sekarang mulai dari manusia-manusia berduit yang bisa berbuat sesuka hati, Para jongos-jongos asing yang bilang ya,ya,ya kepada bosnya dan bertindak beringas dan kejam kala menghadapi saudara sebangsa, Para pemegang kekuasaan yang menyalah gunakan jabatan dan wewenang. Para penjilat. Koruptor dll Penjajah jaman sekarang memakai silent mode, sopan luarnya tapi hatinya lebih biadab. .
Selain penjajah berwujud manusia, ada juga penjajah yang berwujud lain. Yaitu sampah plastik. Penjajah yang satu ini tak kalah kejam. Hampir dibelahan indonesia manapun, dimana ada manusia disitu ada yang namanya sampah plastik. Tidak terurai sampai ratusan tahun, hingga anak cucu kita masih bisa "menikmati" penjajahan oleh sampah plastik.
Sampah plastik yang sempat dikumpulkan dari sebagian jalan di Taman Nasional Hutan Manusela.
Penjajah yang satu ini datang karena gaya hidup kita dan kurangnya kesadaran diri terhadap sampah. Jadi untuk membebaskan diri dari penjajahan yang satu ini sebenarnya tidaklah sulit. Dimulai dari diri kita sendiri dan dukungan berbagai pihak. Dukungan, apalagi dengan pihak yang diberi kewenangan itu sama artinya dengan birokrasi, dan ujung-ujung muter kesana kemari. Gak perlu nunggu-nunggu yang namanya dukungan. Kita mulai dari diri kita sendiri saja.
Kantor Pusat Bank Sampah di Bantul
Gak perlu Muluk-muluk, Contohnya Mamanya najwa. Sudah menjadi kebiasaan jika belanja selalu saja, dia kumpulkan kantong plastiknya, dilipat rapih dan disimpan. Suatu saat kantong tersebut bisa gunakan kembali (Reuse). Hal tersebut memang sepele tapi setidaknya bisa mengurangi penggunaan plastik (Reduce) dan secara tidak langsung akan mengurangi sampah plastik dimuka bumi ini juga.
Mau yang lebih bagus lagi jika bisa mendayagunakan sampah plastik menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi (Recycle).Mengolah sampah plastik menjadi barang-barang yang lebih berguna. Seperti temans di Bantul yang aktif ngurusi sampah hingga membuat sebuah Bank Sampah.
Saya sih belum pernah masuk ke Bank tersebut apalagi jadi nasabahnya. Takut dapat undian hadiah jutaan sampah....
Merdeka.....