Sebagai catatan pembuka, saya bukanlah seorang
perokok tapi saya dulu pernah menjadi perokok (walau 1 bungkus nggak habis dalam seminggu) dan saya juga bukan orang yang fanatik tidak mau dengan bau
asap rokok, . Jadi saya njeplak ini bukan hanya untuk membela hak-hak saya saja.
Oke kembali ke topik... Merokok adalah hak setiap orang. Mau pilih rokok filter, kretek ataupun thingwe ( Ngelinthing dewe alias gulung sendiri) adalah kebebasan setiap manusia yang cinta mati sama nikotin. Bahkan kalo ingin tembakaunya dibakar dan langsung dikunyahpun itu adalah hak tiap orang. Wong ngunyahnya juga pake mulut-mulutnya sendiri kok bukan pake mulutnya nenek kamu.
Tapi perlu di ingat saat menggunakan haknya dalam menikmati dan mencumbui si nico tersebut jangan
melupakan hak orang lain. Orang yang ada disekitar kita. Ada banyak orang disekeliling kita yang ingin menghirup udara segar. Menghirup oksigen yang tidak berselingkuh dengan asap rokok.
Berbicara masalah ngerokok jadi ingat stiker yang ditempel di salah satu mobil inventaris perusahaan. Namanya juga mobil buat rame-rame yang dipake ngangkut orang dengan berbagai jenis kelamin, umur, hobi, ras dan "tingkat intelejensia". Jadinya meskipun mobil ini Toyota fourtuner dan AC nya masih bisa nyala dengan normal, mulai dari kabin depan sampai third row, dengan terpaksa harus dipasangi gambar rokok di coret .
Saya nggak tahu persis alasannya sehingga tulisan itu ditempel, tapi yang jelas dari OEM-nya, nggak ada stiker itu. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa ada mahluk yang merokok didalam mobil tersebut.
Hmm Saya pikir tulisan tersebut berat sebelah. Terkesan bahwa mobil ini tidak untuk para perokok. Hanya untuk kalangan bebas nikotin saja. Masa karyawan yang hobi dan sudah cinta mati dengan rokok nggak bisa menikmati rokok sambil gaya naek fortuner. Seharusnya ditambah tulisan "Silahkan merokok di mobil ini tapi mohon abu dan asapnya silahkan ditelan juga. Terimakasih Atas Kerjasamanya."








