Penerbangan Boeing 737 900ER

Beberapa kali terbang, baru kemarin memperhatikan (lebih tepatnya) mendengarkan dengan sedikit serius report penerbangan dari pilot.
Saat terbang dari AMQ tujuan CGK via UPG. dengan pesawat LionAir dengan nomer penerbangan JT1XXX (heheh...lupa)dengan Pesawat Boeing 737 900ER. sesaat mo landing di Sultan Hassanuddin International Airport, pilot melaporkan bahwa, saat ini (minggu 7 Desember 2008)
pesawat diketinggian Jelajah 36000kaki /11000M dpl
Suhu diluar pesawat minus 45 derajat celcius (waw.. mencengangkan bagiku...)
Kecepatan rata-rata pesawat 870km/jam (waw lagi...)

Opin


Seminggu yang lalu, Minggu....
Saya dan temen teman menyempatkan jalan-jalan ke Pulau Opin. Tempat yang relatif indah, jauh dari kebisingan dan sangatlah private. Saking Privatenya sampai-sampai gak ada transportasi apapun untuk meunuju kesana. Hanya naik speed.
Sesampai di Pulau Opin. Swimming time....!!! Bakar bakar udang, (Shrimp) dll

..
SIngkat cerita keesokan harinya saya demam. Hajar pake cipro + Acetaminopen. 3 hari demam gak kunjung pergi. Bukannya membaik tapi malah memburuk. Kalo demam biasa sih saya nggak begitu khawatir, yang saya takutkan adalah malaria. Karena tahu sendiri kan... Maluku merupakan daerah endemis malaria. berhubung di lokasi nggak ada sarana pemeriksaan penunjang, akhirnya saya turun kekota.  Masohi, periksa ke salah satu dan satu-satunya dokter penyakit dalam di pulau Seram saat itu.  saya ceritakan perihal sakit saya,. pengemeriksaan dimulai,  BP 120/80 mmHg, temp = 39,2 DC, Pulse 68 bpm. Respiratory rate 18 x/minute.bla-bla normal  Parascreen test = negative.
and than dapet resep. Tebus...
R/ Sanmag Syr
4 dd 1 cth (AC),
R/ Pysolan (lansoprazole)
1-0-0-0 ( 1 H Post Syr)
R/ Mucosta ( Rebapamide)
2 dd tab 1
R/ Vosedone (domperidone)
3 dd tab 1 (AC)

Saya pikir dari obat-obatanya adalah stress ulcer or gastritis dan teman-temannyalah.. Baru minum obat 3 kali alhamdulillah udah mulai enakan dan kondisi badan mulai membaik.
Saya mulai berpikir... kenapa yah saya ada gastritis??? oh mungkin karena stress pengen pulang ke Solo kali yah......





Wing Dragon


Lebaran 1429H (Oktober 2008)aku akhirnya dapat kado istimewa dari my beloved wife... Wing Dragon 4Ch dan The Najwa. Dua buah kado istimewa bagi aku.
Dengan senang dan semangat aku mencoba merakit pesawat 4 ch tersebut. tahap demi tahap tentunya...

pertama buka kardus pembungkus, amati dan cek kelengkapan (berdasar manualbook), charge batre lebih kurang 4 jam. setelah itu rangkai pesawatnya...
- Pasang main wing kanan dan kiri.. satukan, perkuat dengan isolasi bening.
- Pasang stabilizer(sayap belakang) dan rudder (sayap vertikal)sekalian pasang landing gear belakang.
- Pasang landing gear depan.
- Pasang servo aileron kanan dan kiri. (konekkan kabel)
- kaitkan main wing dengan fuselag, ikat dengan karet.
- Pasang batre Tx (ukuran AA 8 buah) dan nyalakan Tx,jangan lupa throtle di tutup/minimal.
- Pasang batre pesawat,
- Set kestabilan aileron, elevator, ruder, cek putaran motor.
- Pesawat siap maiden...

Welcome my Princess..


Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah... Akhirnya yang kami tunggu tunggu datang juga. Hari Senin (Pahing, Pasaran jawa), 6 Oktober 2008 bertepatan dengan 6 Syawal 1429 H Pukul 02.07 lahir putri kami yang pertama di RS PKU Muhammadiyah Bantul.
Persalinannya dibantu oleh Dr.H.Heru prajadmo,Sp.OG,K.Onk-M.Kes, Alhamdulillah persalinannya lancar... dan lahirlah seorang little baby perempuan, dengan berat 2700 gram dan panjang badan 45 cm. Imut dan mungil !! sekali lagi tak lupa Alhamdulillah bayi tersebut langsung menangis kuat... yang artinya fungsi dari pernafasannya secara general dapat dikatakan baik.
Beberapa menit Setelah persalinan, baby kami dibersihkan oleh ibu bidan yang kala itu ikut juga membantu persalinan. setelah baby dan rapi dan di bedong dan lansung di kambalikan ke mamanya , dan langsung bisa inisiasi dini...

Mamanya dan Our baby di rumah sakit 2 malam.Seminggu kemudian tepatnya hari Minggu tgl 12 Oktober 2008, kami mengadakan Aqiqoh untuk anak kami. dan sekalian menyematkan sebuah nama yang indah menurut kami..nama yang diadopsi dari bahasa Arab dan Jerman kuno..
NAJWA ARILDA FANANI.

NAJWA (Arab) ~ Salah satu nama angin surga, Angin sepoi-sepoi.
ARILDA (Jerman kuno) ~ Hati Wanita yang lembut
FANANI (Arab) ~ Seniman, Indah..

Suami : Persiapan Persalinan

Karena Kebetulan saat ini my beloved wife persiapan mau melahirkan buah hati kami, aku juga harus mempersiapkan diri juga... kebetulan dapet referensi dari Dokter Spesialis Kandungan dan kebidanan dari Batam, (Thank.. dr Didi SpOG) , Untuk para suami-suami yang istrinya lagi hamil, berikut tips-tips dari Dr Didi SpOG, agar tenang dan siap dalam mendampingi istri dalam persalinan :
  • RAJIN MEMBACA/CARI INFO SEGALA SESUATU YANG ADA HUBUNGANNYA DENGAN PROSES PERSALINAN JAUH HARI SEBELUM PROSESNYA MULAI.
  • BANYAK BERTANYA KEPADA DOKTER OBGYN PADA SAAT MEMERIKSAKAN ISTERI SEGALA SESUATU YANG INGIN DIKETAHUI TENTANG PROSES PERSALINAN.
  • PERSIAPKAN SEGALA PERLENGKAPAN UNTUK MELAHIRKAN SEPERTI DI IKLAN LAYANAN MASYARAKAT "SIAP ANTAR JAGA". BAGI YANG TIDAK PUNYA MOBIL/KENDARAAN SEBAIKNYA SUDAH JANJIAN DENGAN ORANG YANG DIKENAL UNTUK BERSEDIA KAPAN SAJA MENGANTARKAN.
  • KALAU INGIN MENDAMPINGI DISAMPING ISTERI TERCINTA SAAT PERSALINAN PASTIKAN ANDA KUAT MELIHAT DARAH (BANYAK YANG KLENGER, PUCAT PASI DAN MAU TUMBANG).
  • TENANGKAN ISTERI DAN JANGAN IKUT-IKUT PANIK, KALAU TIDAK BISA TENANG MALAH IKUT2AN PANIK SEBAIKNYA TUNGGU DILUAR RUANGAN SAJA. KARENA NANTI ASISTEN DOKTER (BIDAN) YANG MENUNGGUI BAKAL JADI SASARAN SUAMI (DIMARAHIN DLSBNYA).
  • MENGEATAHUI BAHAWA PROSES KELAHIRAN PADA ANAK PERTAMA BISA LAMA YAITU BERKISAR 12 - 14 JAM. JADI JANGAN SETIAP SEBENTAR MENDESAK2 BIDAN ATAU DOKTER.
  • UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN PROSES MELAHIRKAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN PERHITUNGAN : PEMBUKAAN AKAN BERTAMBAH 1 CM /JAM PADA ANAK I ( ANAK KE-2 SETERUSNYA 2 CM/JAM). SO JANGAN SETIAP SEBENTAR BERTANYA. KARENA PENILAIAN KEMAJUAN PERSALINAN (PERIKSA DALAM) HANYA DILAKUKAN SETIAP 4 JAM AGAR IBU TERHINDAR DARI INFEKSI.
  • PEMBUKAAN PERSALINAN DIKATAKAN LENGKAP ADALAH 10 CM. DAN BABY SIAP DILAHIRKAN DENGAN CATATAN POSISI UBUN-UBUN KECIL MENDEKATI POSISI JAM 12 PADA LINGKARAN JAM. (=POSISI DEPAN= UBUN2 KECIL TEPAT DIBAWAH TULANG KEMALUAN). ARTINYA WALAUPUN SUDH PEMBUKAAN LENGKAP KALAU UBUN-UBUN BELUM TEPAT, DOKTER AKAN MEMERINTAHKAN SUPAYA IBU TIDUR MIRING KE ARAH UBUN-UBUN KECIL. SO BAPAK JANGAN MAKSA2...
  • TETAP DAMPINGI IBU SAMPAI PROSES "NGOBRAS" SELESAI DILAKUKAN DOKTER. DARI PENGALAMAN, KEBANYAKAN SUAMI LANGSUNG MENINGGALKAN ISTERI BEGITU ANAK LAHIR, SEHINGGA IBU MERASA "DIMANFAATKAN" HANYA SEBAGAI MESIN PEMBUAT ANAK. KALAU ADA KELUARGA LAIN SEPERTI ORANG TUA, BIARKAN SAJA MEREKA MENGURUS JABANG BABY. SEDANGKAN BAPAK TETAP MENUNGGUI IBU SAMPAI PROSES (BLA BLA) PASKA PERSALINAN SELESAI.
  • JANGAN LUPA BERI REWARD KEPADA ISTERI BERUPA CIUMAN (SHUIT......2) DI KENING PADA SAAT JABANG BABY LAHIR, YANG ARTINYA: " TERIMA KASIH YAYANGKU, INILAH BUAH CINTA KASIH KITA BERDUA".........

  • Semoga bermanfaat ya.....

    Keracunan Minyak Tanah


    Jam 9 malam kurang lima menit, 7 Ramadhon. Aku pulang tarawih, Masih dengan baju koko plus sarung. kira-kira 20 meter lagi sampe rumah, aku melihat ada sepeda motor di depan rumah.
    "Siapa yah?" dalam hati aku bertanya.
    aku masih berjalan menuju kerumah. sesampenya di rumah, ada lelaki dam wanita dan anaknya. kira-kira umurnya 3 tahun.
    "Ada apa pak?" aku bertanya pada orang tersebut.
    "Maaf Dok mengganggu..., Anak saya ini minum minyak tanah.. "
    .....
    Kejadian tersebut (Pasien Minum(tanpa sengaja) Minyak Tanah) sering dialami oleh dokter. untuk itu, aku mencoba mencari beberapa artikel yang berkaitan dengan Intoksikasi Minyak tanah, sebagai panduan praktis dokter praktek.


    Karakteristik Minyak Tanah :
    Minyak tanah (kerosene) merupakan cairan bahan bakar yang jernih, tidak berwarna, tidak larut dalam air, berbau, dan mudah terbakar. Termasuk dalam golongan petrolium terdistilasi hidrokarbon. Memiliki berat jenis 0,79. Titik didih 163oC – 204oC, titik beku –54oC.

    Efek Toksik Minyak Tanah
    Efek pada paparan akut minyak tanah :
    Kontak kulit : kering, dapat iritasi, menyebabkan rash
    Absorbsi kulit : jarang
    Kontak mata : iritasi, dapat menyebabkan kerusakan permanen
    Inhalasi : iritasi, sakit kepala, pusing, mengantuk, intoksikasi
    Ingesti : sakit kepala, pusing, mengantuk, intoksikasi
    Efek pada paparan kronis minyak tanah :
    Secara umum : kulit pecah-pecah, dermatitis, kerusakan hepar/kelenjar adrenal/ginjal, dan abnormalitas eritrosit
    Karsinogenik : terlihat pada studi eksperimental pada tikus. Pada manusia tidak ada data yang tercatat
    Sistem reproduksi : tidak ada data yang tercatat

    Insiden Intoksikasi Minyak Tanah :
    Terutama pada anak-anak <> daerah pedesaan
    Pria > wanita
    Umumnya terjadi karena kelalaian orang tua

    Patofisiologi :
    Efek toksis terpenting dari minyak tanah adalah pneumonitis aspirasi. Studi pada binatang menunjukkan toksisitas pada paru > 140 x dibanding pada saluran pencernaan. Aspirasi umumnya terjadi akibat penderita batuk atau muntah. Akibat viskositas yang rendah dan tekanan permukaan, aspirat dapat segera menyebar secara luas pada paru. Penyebaran melalui penetrasi pada membran mukosa, merusak epithel jalan napas, septa alveoli, dan menurunkan jumlah surfactan sehingga memicu terjadinya perdarahan, edema paru, ataupun kolaps pada paru. Jumlah <>

    Tanda / Gejala Klinis :
    Gejala dan tanda klinis utamanya berhubungan dengan saluran napas, pencernaan, dan CNS. Awalnya penderita akan segera batuk, tersedak, dan mungkin muntah, meskipun jumlah yang tertelan hanya sedikit. Sianosis, distress pernapasan, panas badan, dan batuk persisten dapat terjadi kemudian. Pada anak yang lebih besar mungkin mengeluh rasa panas pada lambung dan muntah secara spontan. Gejala CNS termasuk lethargi, koma, dan konvulsi.
    Pada kasus yang gawat, pembesaran jantung, atrial fibrilasi, dan fatal ventrikular fibrilasi dapat terjadi. Kerusakan ginjal dan sumsum tulang juga pernah dilaporkan. Gejala lain seperti bronchopneumonia, efusi pleura, pneumatocele, pneumomediastinum, pneumothorax, dan subcutaneus emphysema.
    Tanda lain seperti rash pada kulit dan dermatitis bila terjadi paparan pada kulit. Sedangkan pada mata akan terjadi tanda-tanda iritasi pada mata hingga kerusakan permanen mata.

    Pemeriksaan Penunjang :
    Laboratorium : darah rutin, urine rutin, RFT, LFT, dan BGA
    Radiologis : foto thorax. Terbaik 1,5 – 2 jam setelah paparan. Penderita dengan pneumonia umumnya akan tampak di foto pada 6 – 18 jam, namun pernah juga dilaporkan baru tampak setelah 24 jam.

    Prognostic Score :
    Dilakukan sebagai panduan dalam terapi dan menentukan prognosis penderita. Parameter yang diambil adalah panas badan, malnutrisi berat, distress respirasi, dan gejala neurologis.

    Parameter Temuan Klinis Poin
    (-) 0
    (+) 1
    (-) 0
    (+) 1
    (-) 0
    (+) tanpa sianosis 2
    (+) dengan sianosis 4
    (-) 0
    (+) tanpa konvulsi 2
    (+) dengan konvulsi 4
    Prognostic Score = (poin dari panas) + (poin dari malnutrisi) + (poin dari distress pernapasan) + (poin dari gejala neurologis)
    Interpretasi :
    Skor minimum = 0
    Skor maksimum = 10
    Skor > 4 berhubungan dengan lamanya MRS dan komplikasi
    Skor > 8 berhubungan dengan peningkatan resiko kematian; skor <>

    Penatalaksanaan :
    Monitor sistem respirasi
    Inhalasi oksigen
    Nebulisasi dengan Salbutamol : bila mulai timbul gangguan napas
    Antibiotika : bila telah timbul infeksi, tidak dianjurkan sebagai profilaksis
    Hidrokortison : dulu direkomendasikan, sekarang jarang dilakukan
    Kumbah lambung dan charcoal aktif (arang): beberapa literatur menolak penatalaksanaan dengan kumbah lambung, dengan alasan dapat menyebabkan aspirasi dan kerusakan paru. Sedangkan literatur lain memperbolehkannya, utamanya bila jumlah yang ditelan cukup banyak, karena dikhawatirkan terjadi penguapan dari lambung ke paru.
    Antasida : untuk mencegah iritasi mukosa lambung
    Pemberian susu atau bahan dilusi lain
    Anus dan perineum harus dibersihkan secepatnya untuk mencegah iritasi (skin burn) sekunder
    Bila terjadi gagal napas, dapat dilakukan ventilasi mekanik (Positive End – Expiratory Pressure – PEEP)

    BackTrack Linux


    Penyakit kronis kambuh lagi, dalam dunia medis dikenal dengan "Eksaserbasi Akut", Saat ini Lagi Tertarik ingin mencoba Hobi lama. tak lain dan tak bukan.. utak-atik komputer khususnya software dan OS.

    Kali ini aku nggak lagi utak-atik karya besarnya Bill Gates, melainkan lagi ingin mendalami buah karya Linus Trovald. Linux.
    Linux merupakan sebuah operating sistem yang bersifat opensource, sehingga banyak kalangan yang mencoba mengembangkannya. Perkembangan linux cukuplah pesat, Sehingga banyak sekali varian linux (Distro) yang ada sekarang ini. (Misal : Ubuntu, RedHat, Slackware, Fedora dll). Kali ini aku lagi pengen nyoba salah satu distro yaitu Backtrack. Dari review beberapa artikel distro ini sering digunakan untuk injek ke jaringan Wi-Fi.
    Berhubung Download file ISO nya cukup besar dan koneksinya masih lambat, maaf reviewnya belum bisa di Tampilkan.

    Wing Dragon, Aku meminangmu.

    Juli Awal 2008, Tetanggaku di Arara pulang cuti dari jakarta, Beliau nggomong di Pekan Raya Jakarta ada Helicopter Radio Control (R/C), Murah. kurang dari 1 juta. Mendengar kata R/C langsung ingat jaman SMA dulu. Sempet kurang lebih 2 tahun aku ikut ekskul Aeromodelling. Meskipun jaman aku SMA dulu kami tidak pakai Radio Control. Hanya pesawat rakitan dengan kayu balsa, langsung di terbangkan. Hand Launch Glider. Dulu, Bagi kami pesawat seperti itu sudah cukup mengasikkan.


    Hasratku mendalami Aeromodelling muncul lagi. Mulai deh browse di internet, kebetulan lihat Mobil R/C yang bentukknya lumayan keren, memikat, realistik, mendekati asli. akhirnya pindah haluan, dari pesawat ke mobil. Pikir punya pikir, mulai cari-cari referensi toko-toko yang bisa dikunjungi. liat sana-liat sini, tujuanku saat itu R/C Model 4wd.

    Saat saat hunting di internet kebetulan YM-an dengan Zen Ahyar. Temen SMP dan Kuliahku. Panci ketemu tutup.. kebetulan dia lagi hunting RC Aeoromodeling, akhirnya dia memberikan petuah dan Mode bujuk rayu untuk kembali ke dunia aeromodelling dan melupakan RC Mobil. aku Sempet bimbang. Sekitar 1 minggu Akhirnya saat Online ketemu dengan Zen lagi, Dia masih tak henti-hentinya mehujaniku dengan berbagi bukti-bukti ilmiah dari situs-situs. wah akhirnya aku luluh juga. Aku memutuskan balikan lagi dengan mantanku... si Aeromodelling. Kebingunguanku tak berhenti disini saja. aku ternyata masih dihadapakan kembali dengan 2 pilihan. Rotary wing (Helicopter) atau Fixed wing (Pesawat). Kucari lagi kesana sini, googling lagi, buka-bukaan di forum-forum komunitas Aeromodelling (Exp: Gaero.info , Hobby-aeromodelling, dll ) dan akhirnya dengan pertimbangan Heli Spare part lebih banyak, menerbangkan lebih susah (untuk pemula RC), Sehingga sebagia seorang pemula kemungkinan crash lebih banyak yang semua itu ujung pangkalnya pada pengeluaran budget yang lebih. maka untuk langkah pertama aku akhirnya memutuskan untuk berpihak ke pesawat.

    Starting point.. Aku minta ijin ke istri tercintaku yang saat ini lagi tugas di Puskesmas Wakol, Elat Kab Maluku Tenggara. Aku mengungkapkan keinginanku untuk meminang R/C pesawat, Jawaban istriku... aku diperbolehkan... Malah sedikit ada dukungan juga.
    " Horee...!!! " Aku senang sekali.. Akhirnya aku mulai berburu model-model pesawat. Hunting di Forum, Tanya sana-sini. aku mendapatkan berbagai macam model dan bentuk pesawat. Saat itu aku fokus pada bentuk-bentuk yang cantik. Wilga, Cesna, Pesawat tempur Era PD II, wah pokoknya macem-macem. Bikin kesengsem. Aku masih bingung cari bentuk pesawat yang bagus. Saat aku masuk ke forum-forum aeromodelling untuk cari model-model pesawat yang bagus akhirnya aku mendapatkan sebuah referensi. referensi itu bukan membicarakan bentuk pesawat yang "bagus", tapi bentuk yang "tepat" untuk penerbang pemula seperti diriku.
    Wing Dragon 4

    Ternyata untuk belajar menerbangkan Pesawat RC, mesti pakai model pesawat tertentu. Tahapan-tahapan tertentu.
    Dari berbagai model-model pesawat yang bentuknya indah-indah penuh artistik yang aku lirik, ternyata tak satupun masuk kriteria sebagai pesawat latih. Hiks... akhirnya aku harus menurunkan selara "bentuk" dan mengambil Wing dragon Sebagai Pilihanku.



    MASOHI


    Masohi dari Dermaga


    Masohi. Masohi merupakan ibukota kabupaten Maluku Tengah, sebagai salah satu kota di propinsi Maluku. Masohi terletak di Pulau Seram di pesisir sisi selatan. Konon katanya, Masohi Artinya "Gotong Royong", Kota yang penduduknya dari berbagai suku, mulai dari Bugis, Buton, Jawa dan Suku Ambon asli tentunya.
    Aku pertama kali menginjakkan kaki di Masohi pada akhir Juni 2007. saat itu malam hari dan gerimis. jadi kesan pertama di Masohi,


    Mobil Lintas Seram



    "wuih ini kota ada penduduknya gak yah.. ? Sepi, Kaya sebuah kota mati" kataku dalam hati.

    Tapi, Satu bulan kemudian aku datang kembali ke kota itu, kebetulan saat itu aku akan mengurus Surat Ijin Praktek di Dinas Kesehatan, ternyata cukup menyenangkan juga Kota ini, Penduduknya ramah, tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi. Akses ke ibukota propinsi (Ambon) cukup gampang, bisa dengan kapal cepat yang ditempuh dalam waktu 2 jam, atau lewat jalan lintas seram dan menyebrang dengan Ferry yang total waktu tempuh sekitar 5-6 jam, atau bisa juga dengan pesawat Masohi-Ambon, tapi sayang transportasi udara disini kurang banyak peminatnya. jadwal penerbangannya juga kurang jelas.

    Lucu juga... Terasa aneh..

    Kapan-kapan saya posting deh tentang seluk beluk Masohi... Paling nggak bisa digunakan sebagai Traveller guadiance bagi rekan-rekan yang mau dateng ke Masohi. Tunggu Aja...

     

    Channel Parabola

    Awal kedatangan di negeri Sagu ini (Maluku,Red) Aku sedikit bingung, bingung dan heran. Soalnya Pas perjalanan ke Lokasi kerja aku melewati bererapa rumah berdinding kayu dan beratapkan rumbia, dan diatas rumah tersebut tidak melintas kabel-kabel aliran listrik layaknya rumah-rumah di Jawa pada umumnya, namun anehnya... di samping, atau di belakang bahkan ada yang di depan rumah mereka ada Parabola. ya.. sebuah Parabola.

    Singkat cerita, aku membeli juga TV, Parabola dengan double LNB dan Receiver DVBMatrix AlfaLink. maklum nggak ada hiburan selain Acara TV.



    Aku beli sekalian disettingkan siarannya sama penjualnya, Maklum barang baru, akhirnya setelah beberapa hari tanganku gatal pengen utak-atik... Lha akhirnya hilang semua channel yang telah diisi tersebut, bingung aku..setelah googling beberapa hari alhamdulillah akhirnya dapet juga List channelnya di
    http://www.lyngsat.com

    Wah maklum di Ujung Indonesia. Mau nonton TV saja mesti Googling dulu. Ngeset Frequensi, Polarisasi, Transponder, dll.



    Berikut ini beberapa list channel beberapa siaran televisi indonesia
    Palapa C2

    Frequency Polarization Symbol Rate
    TVRI Nasional 3765 H 5555
    RCTI 3774 H 6520
    KBS World 3836 V 2090
    METRO TV

    GLOBAL TV

    SPACETOON

    AL MANAR TV
    4080 H 28125
    INDOSIAR 4074 V 6500
    BALI TV 3926 H 4208
    SCTV 3934 H 6620
    ANTV 4055 V 6510
    TV ONE 4054 H 5632
    TPI 4184 V 6700


    TELKOM1

    Frequency Polarization Symbol Rate
    TelkomVision 3580

    3620
    H 28000
    TV TimorLeste 3776 H 4285
    TV Edukasi 3785

    3807
    H 4000
    TVRI Papua 3797 H 3900
    TRANS 7 3990 H 6000
    TRANS TV 4084 H 6000
    J TV Surabaya 4097 H 3125
    untuk info lebih lanjut dan siaran-siaran yang lain silahkan lihat-lihat di http://www.lyngsat.com/

    Kena Kau

    Disebuah Minggu sore yang cukup cerah di sebuah desa yang namanya Arara di Maluku tengah. 3 bulan pertama aku di temat tugasku yang sangat terpencil. Blom Sempat terangkat jadi dokter PTT, Masih Stuck sebagai dokter Perusahaan.

    Aku lagi duduk-duduk didepan teras rumah dinas. Rumah dinas??? Wah tampaknya lebih tepat kalo dibilang “gubuk dinas” yang disediakan Perusahaan. Sambil membayangkan indahnya pulang ke Jawa. Mudik, ketemu saudara-saudara, teman-teman… pokoknya asiik.Lagi enak-enaknya bergumam sendiri, tiba-tiba di luar pagar ada 2 manusia, usia 25 tahunan, pake celana kolor, kaos tanpa lengan, rambut jarang yang lurus, matanya sedikit melotot, kulit item menceritakan kalo dia setiap hari tersengat matahari. Yang satu agak tinggi, besar, dan yang satunya pendek, badannya lebih kecil, keduanya karyawan Ni****, Sebuah perusahaan Raksasa di jepang yang bergerak di sector pertanian dan perikanan yang mempunyai anak cabang tersebar di banyak penjuru dunia.

    “Selamat sore Pak Dok!” sapa salah satu dari mereka yang agak tinggi.

    “Iya, Napa?” timpalku sambil menatap dua sosok mahluk ciptaan Tuhan yang konon katanya paling sempurna itu.

    “ Mau minta obat, badan saya pegal-pegal, sakit.” Lanjutnya.

    Dalam hati aku mengerutu,… “ Ini orang gak tau baca tulis apa???... sudah ada tulisan jelas di depan rumah ‘HARI MINGGU/ HARI BESAR : TUTUP’… masih saja cari penyakit.” Setelah berpikir secara singkat dan cepat, aku lihat kasian juga.. akhirnya aku melayani mereka dengan setengah ikhlas.

    “ Ya sudah mari ke klinik.” Ajakku, sambil berjalan ke bangunan disamping rumah.

    Aku membuka pintu depan klinik, kemudian berjalan masuk, aku tidak menuju ruang periksa, tapi langsung ke kamar obat. Dua orang tadi mengikutiku dari belakang. Lampu ruangan aku nyalakan. Aku mulai duduk, dan mencoba anamnesis.

    “ Sakit knapa badannya? ” aku bertanya pada orang yang besar, yang tadi mengeluh badannya sakit. Tapi, tiba-tiba tanpa ditanya si kecil langsung bersuara dengan logat khas Malukunya..

    “ Beta sakit jua, lae..”

    “ Boss, periksa ke dokter kok kaya beli ikan saja… Satu-satu… Gantian…”

    Dia terdiam. Aku lanjutkan Anamnesis dan pemeriksaan, setelah aku kasih obat, kemudian aku memeriksa si kecil tadi. Aku anamnesis, Dia bercerita tentang sakitnya juga, aku periksa… tak tuk tak tuk…oh aku simpulkan beliau sakit trus aku kasih obat. Selesai.

    Tidak cukup sampai disitu, sebelum keluar dari ruangan, Si orang yang besar tadi tiba-tiba ngomong,

    “ Pak dok, Dia pung anak sakit jua” sambil menunjuk si kecil, “Mau minta obat sekalian boleh?”

    “ Boleh saja, sekarang mana anaknya?” jawabku.

    Ada dirumah, ini Beta ada bukti KTP-nya” si kecil tadi menjawab.

    Lho gimana ini orang kok lucu banget, dalam hati aku terpingkal-pingkal sambil sedikit sebel. Rasa-rasanya pengen mengumpat juga, Tapi aku mencoba tetep sabar. Langsung saja aku tanggepin… sekalian di kasih sedikit pelajaran…

    “ Mana KTPnya? Namanya siapa?” sambil aku Minta KTP-nya, dan aku baca-baca.

    Dia menjeawab dan menyebutkan sebuah nama. aku nggak begitu mendengar… aku mencoba menebak…

    “ Anak nomer dua yah? Umurnya b’rapa sekarang?”

    “ Tiga tahun” jawabnya dengan percaya diri. Saat itu aku belum melepas stetoskop, masih melingkar di leher. Belum aku lakukan anamnesis, aku langsung memasang kembali stetoskop-ku ke telinga. Tanpa pikir panjang aku langsung menepelkan stetoskop ke KTP, aku bergaya sok serius “meng-auskultasi KTP” tadi..

    “Oh, mencret yah??Jangan dikasih makanan pedas dulu!! ” aku menebak dengan sok serius. Hehehe…dalam hati aku berkata Kena kau…!! Haha… dalam hatinya juga mungkin orang tersebut mikir ‘ini Dokter Gila kali yah….

    Setelah selesai “mendengarkan KTP” aku mencoba mencairkan suasana sambil menasehati dengan sok bijak…

    “ Pak,… Anak bapak sakit kan? Bukan KTPnya kan yang sakit? Kalo mau periksa ya bawa kesini anaknya… Saya periksa, baru Saya kasih obat,… Bukan KTP yang dibawa. Laen kali kalo berobat, yang sakit di bawa. Oke??....”

    Dia mengangguk-angguk sambil senyum-senyum, kemudian keluar dan pulang.

    Long trip to Arara!!

    Minggu 24 juni 2007, Pukul 15.30 aku berangkat dari rumah, Wirengan Baluwarti Solo, Rumah yang sudah aku tempati 13 tahun yang lalu.. Aku naek futura Warna ijo Metalik yang biasa aku pakai jalan-jalan. Saat itu aku bareng bapak, lelaki yg menghidupiku 26 tahun kebelakang. Seorang pensiunan guru, tapi penuh dengan pengalaman merantau dan bekerja. Mulai dari nganter kapas dari Jakarta ke bandung, kerja sebagai tukang cat di jakarta, pernah juga sebagai guru di PGA di masa mudanya.dan pernah juga kerja di Freep***, perusahaan raksasa milik amerika yg mengeruk "gunung emas" di bumi Papua, bapak kerja di Freep*** bukan sebagai enginering atau apalah yg berhubungan dengan technique, akan tetapi tetep berbasik sebagai pengajar , khususnya mengajar tentang agama. Hehe... maklum jebolan IAIN Djogjakarta. Konon katanya, bapak sebagai supervisor yang mempunyai jabatan "Minister of Moslem” di Freep*** dulu. Wah keren juga... Bapak menjadi single parent sejak aku duduk di bangku kelas enam. Betah juga beliau.. Aku dan bapak berangkat dari rumah dianter sepupuku dan ibunya, sepupuku yg lebih kurang 3 atau 4 bulan kedepan akan menikah. Wah nggak bisa dateng di nikahanya nih… beta masih di bumi Manise. Aku Naik Bus. Dari pool Sumber, kami dateng di pool dah banyak orang-orang yang pada mo jalan ke Jakarta, di sana sudah ada Dewi juga, Dewi Endriyani Nur Hidayah, seorang perempuan yang saat itu baru aku kenal sekitar 4 Bulan Kurang lebih jam 17.00an bis dateng, aku duduk di bangku no 3 A-B, bareng Bapak, perjalanan banyak aku habiskan buat tidur, Nyampe bekasi jam kira-kira 6 pagi , Niat turun di kampung Rambutan (terminal) eh ternyata bus ga masuk terminal, hanya lewat pasar Rebo. akhirnya keblandangen sampe Cijantung lewat. Wuih… mesti balik lagi, akhirnya setelah turun dari bus, aku n bapak, nyari transportasi ke Condet-Ciliwung. Alhamdulillah Sampailah aku di Jakarta. he he he.. perlu dicatat saat itu aku bawa Cerier yang biasa aku bawa naek gunung. Busyet.. dokter ra ndokteri blass….


    Condet, Selasa 26 Juni 2007 jam 10an pagi dr Andree dateng ke Condet. Dr. Andree Iskandar, wah baru kali ini aku ketemuan, laki-laki keturunan Tionghoa, usia sekitar 60 tahunan, rambut sudah fifty-fifty ubanan, namun masih terlihat energik dan segar, ngobrol-ngobrol… ternyata resep sehatnya cuma satu… Olah raga! Aku baru ketemu Beliau hari ini, padahal sejak kira-kira 1 minggu sebelum aku lulus jadi seorang dokter kami dah sering telpon ngurusi soal keberangkatanku PTT di Maluku ini. Setelah ngobrol ngalor-ngidul ditemani Bapak dan Tanteku. Sore perasaan dah ga enak, stress.. menghadapi keberangkatan. Gak tau kenapa. Aku terlihat seperti resah, gundah dan bibir seperti terkunci susah diajak senyum. Jam 20.00 berangkat dari condet, meluncur ke bandara. Takut kena macet. Sampai bandara jam 21.30an,dan masuk terminal A bandara Sukarno Hatta. lumayan jauh juga jarak antara rumah bulekku dan bandara, padahal gak kena macet. Sesampai di bandara Disana dah ada dr Andree, dr Tejo yg bakalan aku gantiin, pak Ragil dan pak Nawawi. 2 nama yg terakhir merupakan Supervisor di bidang tambak udang. Sebelum masuk kita ngobrol-ngobrol bentar, bapak, bulik mar, om eko, kharis, ema. Kita foto-foto juga. Setelah bersalaman dengan Bapak, Om Eko, Bulek mar, Puput, Kharis kemudian kuambil barang-barang bawaanku, Kira-kira jam 10an kami berlima masuk ke halte bandara, sebelumnya mesti check-in tiket, masuk bagasi. Jadwal pesawat sih boarding jam 23.00 wib. Tunggu punya tunggu akhirnya baru bisa masuk pesawat jam 24 lewat. Oh ya... Kita ketemu dr Jeni di bandara, beliau adalah petinggi dinkes kab Masohi-ibukota kabupaten yang bakal aku tempati,beliau baru dateng dari Solo, abis ikut raker di hotel Quality. jadi aku gak perlu ngadep lagi di masohi besok. Bisa deh terjun langsung ke lokasi. kira-kira jam 00.30 wib, pesawat mulai take off aku naek LionAir dengan Pesawat Boeing 737 900ER, aku duduk di kursi 26 B,bersebelahan sama dr Tejo dan dr Andree, 5 jam perjalanan pesawat dah nyampe deh di Pattimura ambon. Jam setempat dah jam 8 lebih, pagi itu gerimis.. Dingin juga di Ambon, ga seperti yang aku bayangin. :) kurang lebih 30an menit aku dan penumpang lain nunggu ngambil barang di bagasi Satu persatu mulai di ambil pemilikinya yang dari tadi berdiri berjajar kaya di sungai ngliatin ikan2 berenang.. Kira2 20an menit barang2 kami telah berhasil kembali ke tuannya masing-masing. Diluar sudah menunggu driver perusahaan, namanya Kamil, usia 25 tahunan, badan tegap, tapi wajah terlihat lebih tua dari umurnya. mungkin karena faktor alam, kultur, ras dll yang mungkin sangat Compliceted. Wah kedatangan kami ke Ambon terlambat 2 jam dari jadwal. Kata kamil, Kapal cepat jadwal pagi dah berangkat menyebrang ke Seram, kita ketinggalan. Akhirnya kita meluncur ke kantor Ambon

    Jarak Ambon kota dengan bandara cukup jauh juga, hingga akhirnya kita motong jalur lewat laut naik ferry. lebih deket 12 km, Jalur darat yg seharusnya di tempuh berbentuk letter U, menyusuri teluk. Setelah sampai di kantor Ambon, kita istirahat. Ngeteh, ngopi2, aku sempet tidur juga. Di kantor ambon biasa buat persinggahan kalo nunggu kapal atau pesawat. Di situ aku ketemu mr Ono (orang jepang yang dateng ke indonesia untuk ngurusi udang) dan fredi(Translator). Setelah jam 3an aku terbangun, dan dah diajak brangkat lanjutin perjalanan, kembali bareng kamil dan kami ber 5 brngkat ke pelabuhan kapal cepat, sebelum meluncur ke pelabuhan, kami mampir ke ke Dinkes Propinsi Maluku. Kita ketemu dengan kepala dinas kesehatan Maluku, sebentar sih… paling sekitar 5 menit, kemudian lanjutkan perjalanan ke Tulehu, tulehu merupakan pelabuhan kapal cepat di ambon. sampai di tulehu kira-kira jam setengah 4 sore, kita beli tiket Rp 115.000/orang,. Kita mulai berada di kapal, jam 4 sore kapal mulai gerak, kira-kira setengah jam dari pelabuhan Tulehu kapal mulai berada di tengah laut, wah ombak lumayan besar, kapal terombang-ambing. Jam 6 malem kapal merapat di Amahai, Pelabuhan Kapal cepat di Masohi. Sesampai di Amahi Kita di jemput sopir dari Perusahaan. Mampir maem di RM yulia di Masohi. Kira-kira jam 7 malam perjalanan lanjut ke Saka, dari Masohi ke Saka lebih kurang 2 jam perjalanan, Jalan liku-liku, gelap tak ada lampu, mobil hanya 1 atau 2 biji saja yang berpapasan. Lewat tengah hutan, gelap banget, kanan kiri runggut, gondrong, pohon gede-gede, jadi inget petualaangan naek gunung. Sampe di saka jam 9.20 malem, di Saka sudah ditunggu operator Speedboat, Setengah jam naek speedboat melewati Teluk Saleman, Sawai nyampelah kami di Opin, kita disambut satpam, kemudian dateng 2 mobil, aku dan dr.Andree nginep di mess Opin, pak Ragil, pak Nawawi dan dr.Tejo ngelanjutin jalan ke arara. Perjalanan dari Jakarta (condet) hari Selasa 20.00 WIB, sampe lokasi (Opin) Rabu jam 22.00 WIT, 24 Jam Full. wuih... Melelahkan.... very-very long trip. Aku mandi sebentar, sholat Magrib dan Isya’ dijama’ kemudian.... ZZzz....ZZzz.. Opin, Kamis, 28 Juni 2007. Kira-kira jam 6 pagi aku bangun, bener-bener berat banget. Jika saja itu di rumahku sendiri tentu aku tak akan buru-buru bangun. Karena sungkan juga dengan dr Andree yang sudah bangun, dengan melawan rasa ngantuk aku berusaha melek. Aku mengambil air wudhu, dingin banget, soalnya di luar gerimis juga. Sholat 2 raka’at aku jalani. Setelah sholat subuh, aku ngobrol dengan dr. Andree, bercerita tentang pengalaman beliau. Jam 09.00 pagi pintu kamar kami di ketok dari luar, “ Ya silahkan Masuk” jawabku dari dalam kamar. Dari luar sesosok wanita paruh baya masuk, berjilbab, perawakan gemuk, kulit sedikit gelap, sambil tersenyum dia menyapa kami. “ Pagi Pak Dok, Maaf pak dok menggangu sebentar..” Pak dok merupakan sapaan yang biasa di ucapkan orang-orang di daerah sini. Sedikit janggal juga ditelinga. “Ya ada apa?” jawab kami. “ Maaf, dah beta tunggu dari tadi kok pak dok, seng keluar-keluar?, Beta dengar pak dok yang baru dah datang, beta pengen ketemu dengan pak dok” sambil turun dari tempat tidur aku menghampiri wanita itu, sembari mengulurkan tangan kanan untuk berjabatan. “ Saya Yunan, dokter yang baru, yang akan ngantiin dr Tejo disini.” “ Saya Sunarti, suster di Opin Dok” “oh, gimana klinik disini?, oke nanti saya coba liat-liat ke klinik sini. Sambil orientasi” “ Bolehlah pak dok, silahkan” Singkat cerita akhirnya saya menyambangi klinik di Opin, melihat-lihat, sambil orientasi. Mengecek daftar obat, melihat-lihat daftar kasus yang di tangani dan datang ke klinik. Setelah kurang lebih setengah jam, saya di ajak dr Andree untuk berangkat meneruskan perjalanan ke Arara. “ Yunan, ayo ke Arara sekarang?” “ Boleh… tapi saya belum packing dok!” jawabku “ Alah paling juga 5 menit juga selesai” kemudian aku menata barang-barang aku yang ada di kamar, kumasukkan satu persatu ke Carier. Baju, handuk buku-buku, charger handphone dan lain sebagainya. Setelah yakin gak ada yang ketinggalan, carier aku tutup, aku kencangkan, kemudian aku pakai. Tas laptop aku jinjing. Di depan mess Opin tempat aku menginap semalam dah ada bus karyawan yang menunggu kami. Aku dan dr Andree berdua masuk Bus itu. Di dalam bus hanya ada pak sopir, aku dan dr Andree.Kemudian aku berangkat ke Arara. Jarak antara Opin dan Arara kurang lebih 10 km. di tempuh pakai kendaraan (bus) sekitar 15 menit. jalanan tidak beraspal, hanya tanah kering yang lumayan halus dengan kerikil-kerikil. Jalan yang kami lalui bukan merupakan jalan umum. Jalan itu hanya kendaraan perusahaan dan karyawan yang lewat. Ada juga satu dua penduduk setempat yang lewat. Jalan itu hanya menghubungkan antara Opin dengan Arara, dulunya hutan dan rawa, kemudian dibuka untuk jalan penghubung. Jadi tidak heran kalau kanan dan kiri jalan itu masih ada hutan yang penuh tanaman-tanaman liar. Selain itu ada juga rawa-rawa, yang aku yakin pasti ada ular atau binatang liar di dalamnya meski aku belum pernah melihatnya langsung.


    Di tengah pejalanan kami melewati sebuah jembatan yang terbuat dari batang-batang pohon yang besar, jembatan tersebut hampir rubuh. Bagaimana tidak rubuh, tiap hari diatasnya dilewati Mobil, Bus dan truk-truk perusahaan yang beratnya berton-ton, belum lagi erosi dari air sungai, karena di bawah jembatan mengalir sungai yang cukup lebar dengan air yang cukup deras, penduduk setempat menyebutnya sungai Sapalewa. Setalah melewati jembatan Sapalewa, Bus masuk lokasi Arara, pusat tambak udang, lahan seluas lebih kurang 250 Ha hanya petak-petak air yang berisi udang windu (Penaeus monodon). kira-kira 15 menit melewati tambak kemudian Bus masuk gerbang perusahaan. Kami turun dan kemudian jalan sekitar 300 meter menuju ke sebuah bangunan rumah, tembok bercat putih, pagar dari kayu setinggi anak SD, dan di depannya ada sebuah papan bertuliskan “Poliklinik PT Mina Seram Lestari Arara”.
    “Oh ini Kliniknya” batinku dalam hati. Di sebelah klinik ada sebuah rumah yang fasilitas seadanya, dan ada pohon kersen didepannya, rumah tinggal dokter. Disinilah yang bakalan aku tinggali 2 tahun kedepan . akhirnya sampai juga aku di lokasi tugasku, lokasi PTT ku, lokasi keterasinganku, lokasi tanpa signal GSM ataupun CDMA... Welcome to the jungle… Welcome to Arara!!!

    Gue - Kulo - Ogud - Beta

    Namanya juga "dukun" kadang pake mantra kadang pake ramuan-ramuan mujarab... tapi kalo yang namanya dukun yang telah terdigitalisasi tentu nggak lagi pake mantra tapi di ganti dengan Nasehat dan Doa,... dan Ramuan-ramuannya tersubtitusi dengan Obat-obatan farmasi. Yah kurang lebih begitulah diriku...
    kali ini aku adalah seorang dokter, yang lagi asik dengan kegiatan-kegiatannya. Ngisi blog merupakan salah satu hobi (yang kurang aku tekuni) dari banyak kegiatan dalam mengisi sela-sela kesibukan. weits.. kapan sih aku pernah sibuk... hahahaha...
    Gokil, Kurang bisa "ngomong" dimuka publik.. itulah aku. Cengar-cengir sering menjadi santapan sehari-hari. Untung masih bisa ditolerir.
    Ohya, Saat ini tekanan darah masih normal 120/80 mmHg. Nadi, Respiratory rate, dan Temperature masih dalam batasan yang normal.
    Meski berulang-ulang kalah dan perlu di restart kalo ngegame Medal Of Honor denyut jantung ngak ngebeat kok. yah ngegame merupakan salah satu hobiku juga, tapi game-game yang nggak perlu speed needed.. game yang nyantai, mikir, tapi tidak menuntut kecepatan penuh dalam ngejalaninya.
    Aku juga seneng keindahan juga. apalagi melihat keindahan bawah laut.. meski tanpa menyelam aku sering menikamati pesona terumbu karang. kebetulan ada Reef Akuarium dirumah. Kalo didepan aquarium aku bisa berjam-jam. Busyet... sampe lupa waktu.

    PeluangUsaha

    Pay4surf-dapet $0,01 langsung di bayar.

    Paidtoclick-Minimum Payout $0,01.

    Easyhits4u-klik Dapet Trafic dan Duit.

    Ziddu-File didownload Dapet Dollar

    KumpulBloger

    Reviewmu-Dengan mereview Dapet Rp.


    AWsurvey-Daftar, Isi Survey dapet 27$.


    Dengan Upload File dan di Download dapet dollar.. Mau??






    Produk SMART Telecom



    Reviewmu.com