Elat, Suatu Saat Kami kan Kembali

Satu tahun sudah Istriku dan Putriku, di elat. Untuk menunaikan tugas dan mengabdi sebagai petugas medis di Kab Maluku Tenggara.
Hari ini adalah perpisahan dengan Staf-staf Puskesmas. Sedih Rasanya meninggalkan teman-teman semuanya. Mereka sudah seperti saudara. Kebaikan, kemurahan hati, Ringan dalam membantu... Tak akan kami lupakan. Daftel, Bombay, Pulau kelapa, Pelabuhan Elat, RM Mahkota, Bakpao Aci tien, Wakol, Wakatran, KatLarat, Gedung putih adalah kenangan yang indah bagi kami, semoga suatu saat kami bisa kembali..


Sunset di Daftel

Untuk Dr Lulu, Dr Widi, Dr Kamil, Dr Fauzan, Drg Adien, Drg Vivin, Tante dan Om Di Gedung putih, Hj Hasnina dan Mamanya, Antin, Maya, dan semuanya.. Makasih banyak telah banyak membantu untuk istri dan anakku...


SPESIFIKASI LENGKAP SATRIA F 150, data teknis suzuki satria fu


Bulan April aku dapat bocoran dari kepala dinas kesehatan kabupatenku, kalau istriku bulan September akan ditempatkan di Puskesmas yang jaraknya sekitar 70an Kilometer dari tempat tugasku. Wah sempat binun juga, bagaimana nih, siasat agar bisa tetep ketemu anak dan istri. Akhirnya setelah berunding dengan my beloved wife, kami memutuskan untuk cari sarana transportasi. Mobil, motor, sepeda, speedboat, pesawat atau apa yah??? akhirnya kami memutuskan untuk beli Motor. 3 bulan memikirkan motor apa yang akan dipilih.

Awalnya sempet bingung juga memilih antara Honda CS-1, Yamaha Jupiter MX atau Suzuki Satria FU 150. Tapi setelah browse dan dengan berbagai pertimbangan akhirnya aku memilih Suzuki Satria Fu 150 sebagai tunggangan. Datanglah kami ke dealer suzuki satu-satunya di Masohi. Dengan cash 20,5 juta Kami akhirnya langsung membawa pulang motor DOHC 4 tak dan berkapasitas mesin 147 cc tersebut.

FU memang unggul teknologi mesin. selain CC yg lebih besar daripada CS-1 dan MX, mesin FU juga sudah menggunakan kem ganda (DOHC). Handling-nya juga enak, meski secara keseluruhan FU harus mengakui keunggulan CS-1 soal riding position. karena mengendarai FU harus sedikit membungkuk dikarenakan setang bawaan model jepit. Kekurangan FU ada pada konsumsi BBM yg relatif lebih boros bila dibanding CS-1 dan MX. Satu liter paling bisa dipakai jalan kurang lebih 30 km. Selain itu FU memiliki 6 percepatan Sehingga motor dengan kode produksi NSSF150 bisa digeber hingga 120 KM/jam lebih. Bahkan pernah aku membaca sebuah artikel yang mengklaim bahwa Satria FU 150 merupakan Bebek 4 tak tercepat yang ada di muka bumi. Maka tak heran jika FU di juluki Hyperunderbone.
Berikut data teknis yang disalin dari situsnya suzuki :
SPESIFIKASI TEKNIS
Dimensi
Panjang x Lebar x Tinggi (mm) 1.945 x 650 x 980
Jarak sumbu roda (mm) 1.280
Jarak terendah ke tanah (mm) 140
Berat kosong (kg) 109
Kapasitas tangki BBM (liter) 4,9
Rangka
Tipe rangka Underbone
Suspensi depan Teleskopik
Suspensi belakang Monosok
Rem depan Cakram
Rem belakang Cakram
Tipe & ukuran ban depan 70/90-17
Tipe & ukuran ban belakang 80/90-17
Mesin
Tipe 4 langkah DOHC
Sistem pendingin Udara
Diameter x langkah (mm) 62 x 48,8
Kapasitas silinder (cc) 147
Perbandingan kompresi 10,2:1
Daya maksimum (ps/rpm) 16/9.500
Torsi maksimum (Nm/rpm) 12,5/8.500
Transmisi Manual 6 speed


Uretrolithiasis : Pengalaman Mengeluarkan Batu

Pagi hari yang biasa, hari ini gak ada yang istimewa. Secangkir kopi menemaniku pagi ini. Tiba-tiba datang seorang laki-laki, umuran sekitar 40an. Laki-laki itu adalah pasien yang datang kesakitan.

Setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, ternyata didapatkan massa keras yang diduga lith (batu) yang posisinya sekitar 1 cm, distal dari OUE-nya (Orificium Uretrae Externum).  dengan perabaan dari luar, massa tersebut permukaan kasar dan pathing cringit.. Dengan sedikit penjelasan, akhirnya pasien dengan sadar penuh setuju tanpa adanya paksaan, dia meminta saya untuk membantu mengeluarkan tuh batu kristal. Dengan memperhatikan struktur si batu dan kondisi OUE pasien yang notabene relatif cukup besar, dan pertimbangan-pertimbangan yang lain akhirnya dipersiapkanlah tidakan untuk membantu keluarnya si batu tersebut.
dengan peralatan dan persiapan seadanya berupa :
- Betadin® cair secukupnya
- Jarum 1cc steril, di bengkokkan membentuk letter J , menyerupai kait.
- Lidokain injeksi, untuk persiapan saja kalo-kalo pasien benar-benar tidak kuat menahan sakitnya.

Setelah persiapan cukup, kemudian dilakukan tindakan aseptik pada wilayah kerja di genetalia externa. Pasien posisi berbaring, penis di pegang dengan tangan kiri, dan tangan kanan mengekplorasi untuk melihat dengan mantap posisi si batu, setelah yakin benar-benar batu terlihat jelas, dengan Sangat hati-hati saya memasukkan jarum yang telah dibentuk sedemikian rupa, hingga sampai meraih si batu, dengan sangat hati-hati pula dan sangat pelan-pelan si Batu di tarik keluar. saat penarikan batu tersebut, saya sembari mengedukasi pasien agar ngomong jika merasa kesakitan. Proses pengeluaran tersebut memang butuh kesabaran karena memang cukup lama, hampir satu jam lebih.  Saya tidak  langsung menggunakan lidokain tersebut, dengan alasan, rasa sakit pasien merupakan kontrol terhadap tindakan/perlukaan pada uretra. Alhamdulliah banget, tanpa lidokain pasien tetap tidak merasa kesakitan yang sangat.




Dan alhamdulillahnya juga, batu kristal warna kuning kecoklatan keruh itu berhasil keluar.
"huh...Thanks God,...  Lega rasanya... "

Tindakan ini adalah tindakan emergency binti 'terpaksa'. Sangat tidak dianjurkan dilakukan di sarana kesehatan yang nggak memadai. Malpraktek apa gak saya gak ambil pusing... Niat saya hanya menolong. Saya melakukan ini di sebuah sarana kesehatan tengah hutan, sangat terpencil dan minim fasilitas. Karena untuk mencapai lokasi rumah sakit terdekat hampir 4 jam perjalan darat dan 2 jam jam perjalanan laut. Kalo RS nya deket... ya mending saya rujuk langsung... Nggak repot dan nggak beresiko....



Diagnosis Dari ID Card ?

Cerita ini kejadian 2 tahun yang lalu, saat aku belum  ngerti siapa rani juliani. dan sebenarnya cerita ini pernah aku tulis juga. dan ini aku sadur kembali. saat membaca ulang dan mengingat-ingat kejadian saat itu,jadi pengen tertawa sendiri.


Disebuah Minggu sore yang cukup cerah di sebuah desa yang namanya Arara di Maluku tengah. 3 bulan pertama aku di temat tugasku yang sangat terpencil. Blom Sempat terangkat jadi dokter PTT, Masih Stuck sebagai dokter Perusahaan.

Aku lagi duduk-duduk didepan teras rumah dinas. Rumah dinas??? Wah tampaknya lebih tepat kalo dibilang “gubuk dinas” yang disediakan Perusahaan. Sambil membayangkan indahnya pulang ke Jawa. Mudik, ketemu saudara-saudara, teman-teman… pokoknya asiik.Lagi enak-enaknya bergumam sendiri, tiba-tiba di luar pagar ada 2 manusia, usia 25 tahunan, pake celana kolor, kaos tanpa lengan, rambut jarang yang lurus, matanya sedikit melotot, kulit item menceritakan kalo dia setiap hari tersengat matahari. Yang satu agak tinggi, besar, dan yang satunya pendek, badannya lebih kecil, keduanya karyawan Ni****, Sebuah perusahaan Raksasa di jepang yang bergerak di sektor pertanian dan perikanan yang mempunyai anak cabang tersebar di banyak penjuru dunia.

Selamat sore Pak Dok!” sapa salah satu dari mereka yang agak tinggi.

Iya, Napa?” timpalku sambil menatap dua sosok mahluk ciptaan Tuhan yang konon katanya paling sempurna itu.

Mau minta obat, badan saya pegal-pegal, sakit.” Lanjutnya.

Dalam hati aku mengerutu,… “ Ini orang gak tau baca tulis apa???... sudah ada tulisan jelas di depan rumah dan Poliklinik ‘HARI MINGGU/ HARI BESAR : TUTUP’… masih saja cari penyakit.” Setelah berpikir secara singkat dan cepat, aku lihat kasian juga.. akhirnya aku melayani mereka dengan setengah ikhlas.

Ya sudah mari ke klinik.” Ajakku, sambil berjalan ke bangunan dideket rumah.

Aku membuka pintu depan klinik, kemudian berjalan masuk, aku tidak menuju ruang periksa, tapi langsung ke kamar obat. Dua orang tadi mengikutiku dari belakang. Lampu ruangan aku nyalakan. Aku mulai duduk, dan mencoba anamnesis.

Sakit knapa badannya? ” aku bertanya pada orang yang besar, yang tadi mengeluh badannya sakit. Tapi, tiba-tiba tanpa ditanya si kecil langsung bersuara dengan logat khas Malukunya..

Beta sakit jua, lae..

Boss, periksa ke dokter kok kaya beli ikan saja… Satu-satu… Gantian…” Timpalku.

Dia terdiam. Aku lanjutkan Anamnesis dan pemeriksaan, setelah aku kasih obat, kemudian aku memeriksa si kecil tadi. Aku anamnesis, Dia bercerita tentang sakitnya juga, aku periksa… tak tuk tak tuk…oh aku simpulkan beliau sakit trus aku kasih obat. Selesai.

Tidak cukup sampai disitu, sebelum keluar dari ruangan, Si orang yang besar tadi tiba-tiba ngomong,

Pak dok, Dia pung anak sakit jua” sambil menunjuk si kecil, “Mau minta obat sekalian boleh?

Boleh saja, sekarang mana anaknya?” jawabku.

Ada dirumah, ini Beta ada bukti KTP-nya” si kecil tadi menjawab.

Lho gimana ini orang kok lucu banget, dalam hati aku terpingkal-pingkal sambil sedikit sebel. Rasa-rasanya pengen mengumpat juga, Tapi aku mencoba tetep sabar. Langsung saja aku tanggepin… sekalian di kasih sedikit pelajaran…

Mana KTPnya? Namanya siapa?” sambil aku Minta KTP-nya, dan aku baca-baca. dan ternyata yang di maksudnya KTP, itu adalah ID Card Karyawan.

Dia menjeawab dan menyebutkan sebuah nama. tapi aku nggak begitu mendengar… aku mencoba menebak…

Anak nomer dua yah? Umurnya b’rapa sekarang?

Tiga tahun” jawabnya dengan percaya diri. Saat itu aku belum melepas stetoskop, masih melingkar di leher. Belum aku lakukan anamnesis, aku langsung memasang kembali stetoskop-ku ke telinga. Tanpa pikir panjang aku langsung menepelkan stetoskop ke KTP, aku bergaya sok serius “meng-auskultasi ID card” tadi..

Oh, mencret yah??Jangan dikasih makanan pedas dulu!! ” aku menebak dengan sok serius. Hehehe…dalam hati aku berkata "Kena kau…!!" Haha… dalam hatinya juga mungkin orang tersebut mikir ‘ini Dokter Gila kali yah…. Masa' KTP kok di Periksa pake Stetoskop"

Setelah selesai “mendengarkan KTP” aku mencoba mencairkan suasana sambil menasehati dengan sok bijak…

Pak,… Anak bapak sakit kan? Bukan KTPnya kan yang sakit? Kalo mau periksa ya bawa kesini anaknya… Saya periksa, baru Saya kasih obat,… Bukan KTP saja yang dibawa. Laen kali kalo berobat, yang sakit di bawa. Oke??....”

Dia mengangguk-angguk sambil senyum-senyum, kemudian keluar dan pulang.

*******



Ketika Priya memilih Hitesh


Diantara jutaan bunga, aku memilihmu.


Priya menikah dengan Hitesh. Pada pesta pernikahan, ibu Priya memberinya sebuah buku tabungan. Di dalamnya berisi tabungan sejumlah Rs.1000 (Rp 246.000).
Dia berkata,

"Priya, terimalah buku tabungan ini. Gunakan sebagai buku catatan dari kehidupan pernikahanmu. Jika ada satu peristiwa bahagia atau yang bisa dikenang, masukkan sejumlah uang tabungan di dalamnya. Tulis kejadian yang kamu alami di baris catatan yang ada di sampingnya. Semakin besar kenangan terhadap peristiwa itu, masukkan uang tabungan yang lebih besar. Ibu sudah melakukan di awal pernikahanmu ini.. Lakukan selanjutnya bersama Hitesh. Saat kamu melihat kembali tahun-tahun yang telah berlalu, kamu akan mengetahui betapa bahagianya kehidupan pernikahan yang kamu miliki."


Priya memberitahukan hal ini kepada Hitesh setelah pesta usai. Mereka berdua setuju bahwa ini adalah ide yang sangat bagus dan mereka tidak sabar menanti saatnya untuk memasukkan tambahan uang tabungan. dalam buku itu.Ini yang mereka lakukan setelah beberapa waktu :
  • 07 Februari : Rs 100 (Rp 24.600), perayaan ultah pertama untuk Hitesh setelah menikah.
  • 01 Maret : Rs 300 (Rp 73.800), gaji Priya naik
  • 20 Maret : Rs 200 (Rp 49.200), berlibur ke Bali
  • 15 April : Rs 2.000 (Rp 492.000), Priya hamil
  • 1 Juni : Rs 1,000 (Rp 246.000), Hitesh dipromosikan ...
  • dan seterusnya ...

Akan tetapi setelah beberapa tahun berlalu, mereka mulai beradu pendapat dan bertengkar untuk hal-hal yang sepele. Mereka saling diam. Mereka menyesal telah menikahi orang yang paling buruk di dunia ... tidak ada lagi cinta .... sesuatu yang sangat tipikal di masa ini. Suatu hari Priya berkata pada ibunya,

"Ibu, kami tidak bisa bertahan lagi. Kami setuju untuk bercerai. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya telah memutuskan menikah dengan orang ini !"

"Baiklah, apa pun yang kamu ingin kerjakan kalau sudah tidak bisa bertahan. Tetapi sebelum kamu melangkah lebih jauh, tolong lakukan hal ini. Ingat buku tabungan yang ibu berikan saat pesta pernikahan kalian? Ambil semua uangnya dan belanjakan sampai habis. Kamu tidak bisa terus menyimpan catatan di buku tabungan itu untuk sebuah pernikahan yang buruk."
Kata sang ibu

Priya berpikir bahwa itu benar. Jadi dia pergi ke bank, menunggu di antrian dan berencana menutup buku tabungan itu. Ketika menunggu, dia melihat catatan yang ada di buku tabungan di tangannya.
Dia melihat, melihat, dan melihat. Kemudian ingatan akan semua kebahagiaan dan sukacita di masa-masa yang telah lewat muncul kembali di pikirannya. Air mata menggenang dan berurai di pipinya. Kemudian dia bergegas meninggalkan bank dan pulang. Ketika sampai di rumah, Priya memberikan buku tabungan itu pada Hitesh, dan memintanya untuk memasukkan sejumlah uang ke tabungan itu sebelum mereka bercerai.

Hari esoknya, Hitesh mengembalikan buku tabungan itu pada Priya. Dia menemukan tambahan tabungan sebesar Rs 5000 (Rp 1.230.000) dengan catatan di dalam buku tabungan:
"Ini adalah hari dimana saya menyadari betapa saya mencintaimu sepanjang tahun-tahun yang telah kita lewati. Betapa besar kebahagiaan telah kamu bawa untukku."
Mereka berdua berpelukan dan menangis, dan meletakkan buku tabungan itu kembali di tempat semula. Anda tahu berapa uang yang terkumpul saat mereka pensiun? Saya percaya uang bukan masalah lagi setelah mereka berhasil melalui tahun-tahun yang indah di sepanjang kehidupan pernikahan mereka.

* * * * *

Saat engkau jatuh, jangan melihat tempat di mana kamu jatuh, tetapi lihatlah tempat di mana kamu mulanya tergelincir.
Hidup adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan


Cerita ini ditulis ulang dari sebuah email dari rekan. ngebaca cerita ini jadi makin sayang ma anak istri..


Jika SD Belajar Postulat




Persamaan 1

      Manusia = makan + tidur + kerja + hura-hura
      Keledai = makan + tidur
      Maka, Manusia = Keledai + kerja + hura-hura
      Maka, Manusia - hura-hura = Keledai + kerja
      Maka, Manusia yang tidak tau hura-hura = Keledai yang bekerja / Kerja seperti Keledai

Persamaan 2
      Pria = makan + tidur + cari duit
      Keledai = makan + tidur
      Maka, Pria = Keledai + cari duit
      Maka, Pria - cari duit = Keledai
      Maka, Pria yang tidak tau cari duit = Keledai

Persamaan 3
      Wanita = makan + tidur + belanja & habisin duit
      Keledai = makan + tidur
      Maka, Wanita = Keledai + belanja & habisin duit
      Maka, Wanita - belanja & habisin duit = Keledai
      Maka, Wanita yang tidak tau belanja & habisin duit = Keledai

KESIMPULAN:

Dari Persamaan 2 Dan Persamaan 3 :
Pria yang tidak tau cari duit = Wanita yang tidak Tau belanja & habisin duit.
Kata lain :
  • Pria cari duit AGAR wanita tidak menjadi Keledai ! (Postulat 1)
  • Dan, Wanita belanja & habisin duit AGAR pria tidak menjadi Keledai! (Postulat 2)
jadi sebenarnya Hobby belanja para wanita itu karena mereka care Dan respect sama sang suami supaya gak dianggap keledai  (looh.......he..he..)
Jadi, Kita sampai pada ....
Pria + Wanita = Keledai + cari duit + Keledai + belanja & habisin duit
Maka ... Dari Postulat 1 Dan 2, Kita dapat simpulkan :
Pria + Wanita = 2 Keledai yang hidup berbahagia selama-lamanya. ..!!!! ..yipppiiiiiii. .. BENAR kan juragan ??? ..........

Hahaha.. ini just a joke, jangan di anggep serius...  Postulat gobal-gabul ini saduran dari email teman.