Family Adventure Dengan Blazer

Sejak dari jaman sekolah saya sudah tertarik dan bahkan hobi kluyuran naik gunung, camping, hiking, masuk keluar hutan dll. Hal tersebut berpengaruh banged terhadap kehidupan saya hingga sekarang. Contohnya soal kerjaan. Saya beberapa kali kerja di sarana kesehatan yang berlokasi di kota-kota yang padat dan syarat akan kebisingan dan hiruk pikuk kota. Mall, twentyone, resto jaraknya hanya itungan menit. Namun anehnya saya gak bisa betah kerja di tempat-tempat itu. Malah saya lebih betah kerja dipedalaman, yang kalo mau mengadakan pengobatan harus nyebrang sungai tanpa jembatan, nyebrang laut, offroad terlepar-lepar dalam mobil ambulan. Listrik gak ada, signal Hp byar pet. Kerja di tempat terpencil lebih enjoy, dan lebih enak untuk diceritakan. 

Untuk urusan milih pakaian sampai milih mobil pun saya masih terbawa suasana petualangan. Dokter biasanya dengan pakaian yang necis rapi dan identik dengan celana kain plus snelljas. Gak dengan saya, saya lebih milih pakai celana jins, kaos, kalopun hem saya milih yang masih bisa cocok untuk kegiatan lapangan. Mobilpun begitu, saya milih blazer sebagai mobil pertama yang saya beli sendiri. Saya gak suka jenis sedan ataupun mobil keluarga. seperti kijing, inopah, afansa  dan sepupu-sepupunya. Saya lebih seneng yang jenis SUV. Tujuannya agar masih bisa diajak berpetualang tapi najwa dan mamanya masih bisa nyaman didalamnya.

Status bujang memang lebih memberikan kebebasan untuk urusan petualangan alam liar. Gak perlu mikir anak ataupun istri. Berbeda jika sudah berkeluarga atau bahkan jika sudah punya momongan. Kebiasaan melakukan kegiatan alam bebas tidak lagi sebebas jaman masih bujang. Mau masuk hutan, kepikiran najwa dan mamanya siapa yang nemenin. Mau camping, kepikiran camping di rumah lebih asik. Mau panjat tebing, mendingan manjatin mangga buat najwa. Namun agar naluri petualang gak pupus kepikiran untuk mengajak najwa dan mamanya buat family adventure.

Sang navigator nongkrong di kabin belakang sambil ngemil  

Untuk sebuah family adventure gak butuh peralatan yang seektrim kalo adventuring ala bujang-bujang. Asal ada waktu yang tepat, persiapan stamina oke, mobil sehat, tujuan dan rute yang jelas, dan yang penting dana yang cukup. dah beres semuanya. Untuk rute jalur touring gak perlu yang offroad banged, cukup ngambil trek yang masih bisa SUV berpenggerak 2 roda alias blazerable, Ngecamp nggak butuh tenda, bisa di villa atau penginapan. Makan bisa bawa makanan sendiri atau kalo terpaksa ya jajan di warung. hehehe...


GPS lumayan sangat membantu untuk rute-rute yang tidak kita kenal. Kalopun terpaksa gak ada GPS bisa pake, CPS (Cocot Positioning System) alias tanya-tanya ke orang sekitar biar gak tersesat.



Juru ketik Honorer : Yunan Hari: 14.30.00 Kategori:

13 Komen penuh makna..: