Perpanjangan SIM A dan C, Cepat dan Murah

Pulang ke jawa hanya seminggu saja. Itupun harus check-in 3 hari di RS karena najwa muntah-muntah. Urusan-urusan yang sudah di jadwalkan dan diplanning matang-matang jadi sedikit berantakan. Tapi alhamdulillah masih bisa terlaksana walau harus jumpalitan.


Salah satu yang mengharuskan saya ke Jawa adalah perpanjangan SIM alias Surat Ijin Mengemudi. Memang saya kerja di Maluku bukan sebagai sopir ataupun tukang ojek. Tapi SIM sangatlah saya perlukan untuk menunjang kerja saya. Saya yang harus bolak balik ke kota kabupaten di Masohi, ke puskesmas ataupun mendatangai desa-desa, kadang mengharuskan saya mancal satria FU ataupun mobil Ambulan sendiri. Meskipun sangat juarang bahkan belum pernah sekalipun saya dapet operasi polisi. Maklum dihutan. Tapi rasa-rasanya nggak pede aja bawa motor atau mobil gak lengkap surat-suratnya.

Berhubung SIM saya dikeluarkan di Boyolali, otomatis saya harus memperpanjangnya ke Boyolali. Sebenarnya bisa juga Urus di Masohi, tapi status saya jadi pemohon baru. Untuk perpanjangan SIM  kali ini saya langsung urus sendiri ke Polres Boyolali. Nggak pake perantara alias calo. Untuk perpanjangan SIM A dan C di Boyolali prosesnya sebagai berikut..
  1. Pertama-tama, foto kopi KTP dan SIM A dan C lama, masing-masing lima lembar dan di masukkan ke map. Untuk fotocopi dan map cuma bayar 3000.
  2. Tes kesehatan alias keur di dokter atau sarana kesehatan yang telah ditentukan. Pemeriksaannya standar lah...  tekanan darah, tinggi badan, berat badan, pemeriksaaan fisik lainnya dan juga Tes Buta warna pake buku ishihara. Saat tes kesehatan bayar 30ribu untuk SIM A dan C.
  3. Bawa hasil tes kesehatan, beserta Fotocopian SIM dan KTP yang dah dimasukkan dalam map, dan masukkan ke loket pendaftaran SIM. Di loket pendaftaran akan di kasih formulir permohonan SIM dan silahkan diisi secara lengkap. Gampang kok, Saya cukup 5 menit udah bisa ngisi 2 formulir SIM A dan C sekaligus.
  4. Setelah terisi kembalikan ke loket pendaftaran lagi. Setelah di periksa oleh petugas dan di anggap komplit lalu di bawa ke loket BRI untuk mambayar biaya pembuatan SIM. Untuk SIM A saya bayar 80ribu dan SIM C nya 75ribu. Untuk perpanjangan dan pembuatan SIM baru biayanya berbeda lho...
  5. Setelah membayar, lalu menunggu giliran untuk Foto SIM. Selain Foto, sekalian juga pengambilan sidik jari jempol tangan kanan dan kiri. Untuk Foto, sebaiknya menggunakan baju berkerah. Saat di foto boleh senyum kok , ngga harus nampang serem. Tapi nggak boleh kelihatan giginya lho, Apa lagi kelihatan lidahnya...
  6. Setelah kelar Foto, SIM proses untuk dicetak. Tunggu sebentar dan akan dipanggil kembali untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi.
Pelayanan pengurusan SIM di Polres Boyolali menurut saya sangat memuaskan. Selain cepat, nggak ribet, petugasnya juga melayani dengan baik dan nggak mempersulit kok. Alhamdulillah nggak sampe 1 jam pengurusan perpanjangan SIM dah langsung Kelar. Biayapun relatif murah.. untuk  perpanjangan SIM A dan SIM C kali ini saya keluar kocek 188.000 rupiah. 
Tambah 20ribu untuk Mie Ayam Titoti... Maklum laper boz...




Juru ketik Honorer : Yunan Hari: 09.01.00 Kategori:

7 Komen penuh makna..:

  1. enak atuh dihutan situ ga perlu sim
    di hutan sini sim doang ga cukup
    kalo mau bawa mobil harus punya simper juga...

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah, berarti perbaikan birokrasi sudah mulai jalan dan terlaksana.

    BalasHapus
  3. kalau di Pandeglang gimana????? disini mah mahal aja ahhh...

    BalasHapus
  4. hehe beginilah Indonesia....kita merasa di negeri Indonesia betul kalau tempat tinggal kita sesuai KTP namun serasa jadi warga negera laen kalau sudah tinggal di luar wilayah pembuatan KTP walaupun masih masuk dalam wilayah NKRI...trus fungsi dari EKTP sendiri sekarang apa kalau memang sama saja susahnya dalam hal administrasi???

    BalasHapus