Pasienku : kegigit Anjing

Wouh... sebelumnya....Saat blogwalking ke tetangga n teman-teman, akhirnya sempet mampir ke blognya Luluch, the nona dokter (now Mrs)... coz she has merried. Baca-baca postingannya... weits, beliau ketrima di interna Unair- Surabaya. wah congratz ya luch...!! temen-temennya luluch (dr Uli, dr Zakiyah)... yang notabene mereka juga beta punya temen dah ketrima PPDS... Jadi pengen juga nih skolah.. meskipun kadang kurang pede juga untuk ambil spesialisasi.. knapa yah?

oke back to track.... Aku mo berbagi info sedikit tentang penanganan luka gigitan anjing. coz, beberapa hari yang lalu aku mendapati pasien tergigit anjing, seorang anak-anak umur sekitar enam tahunan. datang dengan kesadaran penuh. nadi dan tensi normal. dari pemeriksaan didapat luka gigit pada betis kiri, dengan terlihat adanya luka perdarahan sedikit.. penanganan yang kuberikan :
luka dibersihkan, menggunakan sabun dibilas dengan air bersih mengalir, lalu dikeringkan dengan kain kasa, kemudian cuci dengan perhidrol (H2O2) tambahkan antiseptik ( betadin ) dan di barengi dengan pemotongan kulit(necrotomi) yang rusak dan sangat kotor. Luka dibiarkan terbuka, rawat basah dengan kompres NaCl bisa ditambah dengan antiseptik dan dievaluasi 1 – 2 hari kemudian.
kebetulan di tempatku tugas gak tersedia vaksin rabies., maklum di ujung dunia. hehehe...
Pasien tersebut ku beri antibiotik untuk profilaksis infeksi bakteri dari luka gigitan tersebut dan juga kuberikan analgetik..
huuuhh... kasian juga tuh anak, mesti sakit dia cukup kooperatip juga.. gak nangis...
 
Untuk sekedar tau saja Pemberian vaksin Rabies (untuk kasus resiko terjangkit Rabies); bagi pasien yang belum pernah menerima vaksinasi ini, setengah dari dosis pemberian vaksin Rabies disuntikkan di sekitar luka gigitan. Dan pemberiannya diulang pada hari ke-3, 7, 14 dan hari ke-28 dengan masing-masing dosis 0,5 ml (cell culture rabies vaccine) tidak dibedakan baik untuk dewasa maupun anak-anak. Pada luka yang lebih parah (masuk hingga ke lapisan subdermal) pemberian vaksin sebaiknya dikombinasi dengan Human Rabies Immunoglobulin (HRI) cukup pada saat therapy awal saja.

Juru ketik Honorer : Yunan Hari: 23.15.00 Kategori:

1 Komen penuh makna..:

  1. Mampir boz... Klo tempatku jrg yg kegigit anjing,tp g tau ya, pd suka post trauma ma batu,jd berdarah-darah gt he3

    BalasHapus